BERBEDA dengan istana kerajaan dan rumah bangsawan yang kukuh dan berlapis emas. Rumah rakyat jelata di zaman Majapahit hanya terbuat dari bahan kayu dan bambu. Kendati sederhana, bangunan tempat tinggal masyarakat dibangun secara terampil dan tahan lama.
Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur Tommy Raditya Dahana menjelaskan, terdapat perbedaan mendasar antara bangunan candi dan istana dengan rumah biasa.
Salah satunya dari bahan yang digunakan. Konstruksi istana kerajaan dan candi, lanjutnya, umumnya menggunakan batu andesit dan batu bata. ”Hasilnya, bangunan lebih kukuh dan awet, sampai sekarang pun masih banyak situs dan candi peninggalan Majapahit,” tuturnya.
Sebaliknya, hampir semua rumah penduduk jelata Majapahit terbuat dari kayu. Seluruh bagian bangunan yang dipakai sebagai tempat tinggal sehari-hari ini berasal dari kayu dan bambu.
”Rangka bangunan disambungkan tanpa paku dan logam, sedangkan pasanya pakai bambu. Model ini membuat rumah rakyat Majapahit relatif praktis karena mudah dibongkar pasang, serta tahan getaran,” beber Tommy.
Keterampilan rakyat Majapahit dalam membangun hunian juga ditunjukkan dengan penggunaan batur dan umpak yang menyangga tiang rumah. Keberadaan batu ini berfungsi untuk mencegah kayu mengalami pelapukan dini karena terkena air. ”Halaman rumah juga dilengkapi dengan dua jalur selokan terbuka supaya air hujan tidak menggenang,” jelas dia. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah