Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Istana Kerajaan Masa Majapahit, Dinding hingga Anak Tangga Dilapisi Emas

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:10 WIB
SUMBER SEJARAH: Relief Kresnayana di Candi Penataran, Kabupaten Blitar, menampilkan gaya rambut dengan mahkota. (dok Wikipedia)
SUMBER SEJARAH: Relief Kresnayana di Candi Penataran, Kabupaten Blitar, menampilkan gaya rambut dengan mahkota. (dok Wikipedia)

 

Emas telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kelas atas pada masa Majapahit. Dinding istana, atap, hingga anak tangga kediaman keluraga kerajaan dan bangsawan konon dilapisi dengan logam mulia tersebut.

DOSEN sejarah Universitas Negeri Malang, Daya Negri Wijaya mengatakan, gaya hidup mewah itu tertuang dalam kesaksian pendeta Italia, Odorico Mattiuzzi da Pordedone, ketika berkunjung ke Jawa sekitar 1321-1322 Masehi. 

Kisah perjalanan tersebut diceratakan Odorico kepada sejawatnya, William de Solona, pada 1330 Masehi yang kemudian dituangkan dalam manuskrip Relatio de mirabilibus orientalium Tatarorum. ’’Hampir semua informasi mengatakan bahwa emas itu bagian dari gaya hidup dan Odorico menyampaikan bahwa ada berbagai hal yang disepuh dengan emas atau menggunakan emas,’’ ungkapnya dalam seminar Wilwatikta Acarita yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, 14 November 2025. 

Kisah Odorico menyebutkan, istana raja Jawa saat itu berukuran besar dan mewah. Bangunan ini memiliki tangga lebah dan megah yang mengarah ke ruangan di bagian atas. Seluruh anak tangga dibuat dari emas dan perak yang berganti atau berselang-seling. Selain itu, Odorico juga mengaku menyaksikan semua dinding bagian dalam dilapisi dengan emas tempa. 

Tak hanya itu, menurut Odorico, atap istana yang ia singgahi juga terbuat dari emas murni. Adapun seluruh ruangan di bagian bawah dilapisi lempengan kotak dari emas dan perak yang disusun secara berselingan. Daya Negri mengungkapkan, dalam penuturannya, Odorico juga mengungkapkan gambar para kesatria kerajaan diukir pada lapisan emas. ’’Setiap para kesatria berhiaskan sebuah mahkota emas kecil yang dihias dengan beragam batu mulia,’’ ujarnya. 

Menurut Daya Negri, kesaksian Odorico dapat ditelusuri melalui sejumlah peninggalan Majapahit. Antara lain, relief Kresnayana di Candi Penataran, relief Pandawan di Candi Tegowangi, arca terakota, serta figurin. ’’Gaya berbusana bangsawan terutama bagian atas itu selalu disanggul ke atas belakang kemudian diberi mahkota,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#trowulan majapahit #istana majapahi #keraton majapahit #majapahit mojokerto #sejarah majapahit