Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Riwayat Fort Mleerip, Dirancang sebagai Benteng Pertahanan Berlapis

Rizal Amrulloh • Kamis, 21 Mei 2026 | 11:15 WIB
KONSTRUKSI: Rancangan desain Fort Meleerip alias Benteng Mlirip yang karya Van der Wijck yang rencananya dibangun di hulu Kali Mas, anak Sungai Brantas, Kabupaten Mojokerto. (dok Ayuhanafiq for JPRM)
KONSTRUKSI: Rancangan desain Fort Meleerip alias Benteng Mlirip yang karya Van der Wijck yang rencananya dibangun di hulu Kali Mas, anak Sungai Brantas, Kabupaten Mojokerto. (dok Ayuhanafiq for JPRM)

 

Di abad ke-19, pemerintah kolonial menyusun strategi untuk membangun pertahanan di Pulau Jawa. Antara lain dengan mendirikan bangunan perisai guna menangkal serangan musuh. Salah satu yang dirancang adalah Fort Mleerip atau benteng di kawasan Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

SEJARAWAN Mojokerto Ayuhanafiq mencaritakan, pembuatan sistem pertahanan di Jawa tersebut merupakan inisiasi dari Gubernur Jenderal Van den Bosch. Sehingga, pada 1834 dirancang desain bangunan perlindungan militer yang diibuat oleh Van der Wijck.

Menurutnya, konstruksi utama dalam pertahanan ini adalah membangun benteng. Dan, lokasi pembangunannya ditempatkan di titik-titik strategis. Di antaranya di wilayah pesisir Surabaya untuk menghalau serangan dari laut. ’’Selain itu, di Mojokerto juga ditetapkan untuk dibangun sebuah benteng,’’ ulasnya.

Berdasarkan rancang bangun karya Van der Wijck, sebuah benteng pertahanan tersebut direncanakan dibangun di wilayah Mlirip, Kecamatan Jetis. Tepatnya ditempatkan di hulu Kali Mas, anak dari Sungai Brantas. ’’Karena itu rancangan pertahanan ini disebut Fort Mleerip atau Benteng Mlirip,’’ tandas dia.

Sosok yang akrab disapa Yuhan ini menjelaskan, Benteng Mlirip didesain dengan arsitektur modern. Selain berfungsi sebagai pelindung, rancangan bangunan juga dilengkapi dengan barak tentara. ’’Benteng Mlirip juga dirancang memiliki pertahanan berlapis,’’ sebutnya.

Dengan begitu, ungkap Yuhan, Benteng Mlirip memiliki kemampuan pertahanan dwifungsi. Selain mampu menjadi tameng Kota Surabaya dari ancaman serangan darat maupun jalur Sungai Brantas, Fort Mleerip juga dapat menjadi garis pertahanan bila kawasan pelabuhan jatuh ke tangan musuh. ’’Selain berfungsi sebagai pertahanan, Benteng Mlirip juga dirancang untuk mengawasi arus lalu lintas, baik transportasi darat maupun maupun perahu yang melintasi sungai,’’ papar Yuhan. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#fort mleerip #mojo punya cerita #sejarah mojokerto #benteng pertahanan