Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Arsitektur Khas Majapahit Era Prakolonial, Diwarisi Masjid hingga Rumah Sultan

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:44 WIB
CANDI MAJAPAHIT: Candi Bajangratu di Trowulan menjadi salah satu jujugan para wisatawan menghabiskan hari libut Nasional, Rabu (1/6). (Fendy Hermansyah/jawaposradarmojokerto.id)
CANDI MAJAPAHIT: Candi Bajangratu di Trowulan menjadi salah satu jujugan para wisatawan menghabiskan hari libut Nasional, Rabu (1/6). (Fendy Hermansyah/jawaposradarmojokerto.id)

 

PENGARUH arsitektur Majapahit pada masa prakolonial di Nusantara terlacak di kawasan pesisir utara Jawa hingga luar pulau. Seperti Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Wujud warisan itu sangat bervariasi meskipun akarnya terlacak dari Majapahit. 

”Wilayah pesisir utara Jawa berkaitan dengan wilayah perniagaan yang kemudian berkembang menjadi kota pelabuhan. Seperti Demak, Lasem, Tuban, Gresik, Pekalongan, Cirebon, dan Banteng,” kata dosen arsitektur Universitas Katolik Parahyangan, Rahadhian Prajudi Herwindo. 

Selain dalam bentuk pola ruang dan gapura, arsitektur Majapahit yang lebih detail juga terlacak dalam bangunan-bangunan semasa kesultanan Islam. Antara lain bentuk bangunan dengan kolom satu dan empat tiang. Ciri khas candi dari kerajaan yang diyakini berpusat di Trowulan itu muncul dalam bentuk masjid di berbagai pulau Nusantara.

 ”Bentuk ini sangat terpengaruh dari candi, hanya saja ketika zaman Islam tidak ada candi. Jadi fungsinya diubah jadi bangunan sakral yang lain, yakni masjid,” tuturnya. 

MEGAH: Candi Wringinlawang terletak di Dusun Wringinlawang, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (dok Jawa Pos Radar Mojokerto)
MEGAH: Candi Wringinlawang terletak di Dusun Wringinlawang, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (dok Jawa Pos Radar Mojokerto)

 

Rahadhian menambahkan, ornamen tracapan yang berada di ujung atas tiang rumah juga diwarisi hingga masa kesultanan Cirebon, Banten, dan Mataram. Pun demikian dengan ukiran gonjo mayanggoro pada rangka bangunan rumah yang masih ditemukan di Bali, serta keraton dan rumah bangsawan di Yogyakarta dan Surakarta.

”Di luar Jawa, representasi jejak arsitektur Majapahit yang lebih terlihat adalah pola-pola seperti wujud atap kayu tumpang masjid bertiang satu, beberapa ornamentasi dan detail serta lebih pada artefak budaya lainnya seperti keris,” tandasnya. (adi/ris)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#riwayat majapahit #sejarah majapahit #arsitektur majapahit #mojopedia