KABUPATEN - Serangan pasukan Belanda di tahun 1947 akhirnya membuat wilayah Mojokerto jatuh ke tangan musuh. Namun, atas taktik bumi hangus yang dilakukan oleh pejuang membuat tentara kolonial tak bisa menggunakan infrastruktur pabrik gula.
Ayuhanafiq mengatakan, sebelum Belanda kembali menduduki Mojokerto, sejumlah bangunan pabrik gula dirobohkan oleh pejuang. Selain area industri, kompleks perumahan pegawai juga turut dirusak sebelum tentara kolonial tiba.
”Namun, ada pabrik gula yang tidak seberapa parah kerusakannya,” tandasnya. Setelah tercapainya pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda di tahun 1949, pemerintah berupaya untuk memulihkan kembali industri gula di Mojokerto. Setidaknya terdapat tiga sasaran yang rencana dilakukan perbaikan.
Masing-masing PG Gempolkrep, PG Bangsal, dan PG Brangkal. Karena tingginya biaya, hanya satu pabrik gula yang akhirnya dapat dioperasionalkan kembali. ”Yang benar-benar dapat difungsikan kembali hanya PG Gempolkrep,” ulasnya.
Akibatnya, nasib 11 titik pabrik gula lainnya akhirnya tamat. Nyaris tidak ada gedung yang tersisa usai gerakan bumi hangus yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan RI. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah