Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Temuan Struktur Kuno di Beloh Mojokerto Diuruk

Martda Vadetya • Senin, 27 April 2026 | 10:16 WIB
SISA PERADABAN KUNO: Tim arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur melakukan pendataan temuan struktur bata kuno di Desa Beloh, Trowulan, Mojokerto. (Martda JPRM)
SISA PERADABAN KUNO: Tim arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur melakukan pendataan temuan struktur bata kuno di Desa Beloh, Trowulan, Mojokerto. (Martda JPRM)

 

Antisipasi Kerusakan usai Didata dan Survei BP Kebudayaan Jatim

TROWULAN - Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur menguruk temuan struktur bata kuno di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Situs yang diduga permukiman era Majapahit ini kembali ditimbun tanah untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan hingga nanti dilakukan penanganan lanjutan.

Pengurukan ini dilakukan tim arkeolog setelah survei penyelamatan berakhir pada Kamis (23/4). Permukaan struktur bata kuno dilapisi plastik khusus sebelum seluruhnya ditumbun tanah. ’’Lapisan plastik ini untuk memudahkan kita kalau nanti kembali titik-titik ini dibuka lagi, selain supaya struktur ini lebih terlindungi,’’ ungkap Tim Kerja Penyelamatan, Pengamanan, dan Advokasi (PPA) Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Ning Suryati, kemarin.

Di samping itu, pihaknya menggandeng pemilik dan penyewa lahan serta pemerintah desa setempat agar seluruh area sebaran struktur tidak rusak akibat ulah manusia. Apalagi, lokasi temuan tersebut berada tepat di area linggan atau produksi batu bata merah. ’’Kami sampaikan ke pihak-pihak terkait ini supaya sama-sama menjaga agar temuan ini tidak sampai rusak karena aktivitas manusia,’’ terangnya.

Hanya saja, pihaknya belum bisa bicara banyak soal rencana penanganan lanjutan terhadap salah satu temuan bersejarah terlengkap di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan ini.

Diketahui sebelumnya, situs bersejarah ini kali pertama ditemukan seorang perajin batu bata bernama Sutikno di area linggan pada pertengahan Maret lalu. Struktur bata kuno di lahan seluas 12 x 21 meter persegi milik Alm. Nur Kholis itu kemudian dilaporkan ke polisi khusus (polsus) cagar budaya pada 8 April.

Penanganan lanjutan dilakukan dengan survei penyelamatan pada 20-23 April dengan melakukan test pit pada 7 kotak gali berukuran masing-masing 2,2 meter persegi. Susunan bata kuno yang diduga sisa permukiman masyarakat era Majapahit tersebut ditemukan sekitar 5-30 cm di bawah permukaan tanah.

Selain itu, tim arkeolog juga mendapati lumpang, sekeping uang kepeng, jambangan, fragmen keramik dan gerabah, hingga mata pancing atau kail kuno dari perunggu. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#situs beloh #Situs Majapahit #Era Majapahit #situs cagar budaya