Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tim Arkeolog Temukan Kail Kuno di Situs Beloh Mojokerto

Martda Vadetya • Sabtu, 25 April 2026 | 10:15 WIB

 

BUKTI SEJARAH: Kail kuno ditemukan tim arkeolog BP Kebudayaan Jatim saat melakukan survei penyelamatan di Situs Beloh, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Martda JPRM)
BUKTI SEJARAH: Kail kuno ditemukan tim arkeolog BP Kebudayaan Jatim saat melakukan survei penyelamatan di Situs Beloh, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Martda JPRM)

 

Dekat Waduk Domas, Diduga Tinggalan Era Majapahit

TROWULAN - Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur menilai Situs Beloh di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, merupakan temuan bersejarah yang relatif lengkap. Sebab, selain mendapati struktur yang diduga sisa permukiman, tim arkeolog turut menemukan sejumlah temuan lepas yang menggambarkan aktivitas masyarakat Jawa Kuno.

Mulai dari satu keping uang kepeng, jambangan, fragmen keramik dan gerabah, hingga mata pancing atau kail kuno. Tim Kerja Penyelamatan, Pengamanan, dan Advokasi (PPA) Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Ning Suryati menyebut, kail kuno yang didapati terpendam di area situs Beloh ini sebagai temuan baru. ’’Kemungkinan di wilayah Jawa Timur, baru ini menemukan mata pancing (kuno, Red),’’ sebutnya, kemarin.

Bentuk kail ini seperti pada umumnya, yakni letter J. Tetapi, ukuran kail dari perunggu yang mencapai 7 cm ini jauh lebih besar ketimbang kail modern. Suryati menyebut, temuan ini memperkuat asumsi jika masyarakat Jawa Kuno di sekitar Situs Beloh telah mengenal aktivitas menangkap ikan. Hal ini diperkuat dengan lokasi Situs Beloh yang tidak jauh dari Situs Waduk Domas di Desa Domas, Kecamatan Trowulan.

’’Setelah kami buka-buka peta, ternyata situs ini dekat dengan Situs Waduk Domas. Kalau ditarik lurus (dari peta, Red) hanya beberapa ratus meter saja. Kan Desa Beloh dan Domas ini bersebelahan juga,’’ beber Suryati. Praktis, benda kuno ini langsung diamankan tim arkeolog untuk kepentingan pelestarian dan kajian lebih lanjut.

Diketahui sebelumnya, kali pertama susunan bata Situs Beloh ditemukan seorang perajin batu bata, Sutikno, di area linggan, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, pertengahan Maret lalu. Temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi khusus (polsus) cagar budaya pada 8 April lalu dan ditindaklanjuti dengan survei penyelamatan mulai 20 April.

Dari lahan milik warga seluas 12 x 21 meter persegi ini, tim arkeolog melakukan test pit pada 7 kotak gali berukuran masing-masing 2,2 meter persegi. Struktur bata yang diduga sebagai permukiman zaman Majapahit ini ditemukan terpendam sekitar 5-30 cm di bawah permukaan tanah. (vad/fen)

 

  

Editor : Fendy Hermansyah
#situs beloh #arkeolog majapahit #temuan majapahit #Situs Majapahit #sejarah majapahit