JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kompleks Makam Troloyo di Trowulan kembali menjadi sorotan publik. Situs ini dianggap sebagai salah satu bukti penting jejak Majapahit sekaligus simbol peralihan budaya dan agama di Jawa.
Makam Troloyo dikenal memiliki nisan beraksara Arab, menandakan adanya pengaruh Islam di tengah masa kejayaan Majapahit. Para ahli sejarah menilai keberadaan makam ini sebagai bukti akulturasi antara Hindu-Budha dan Islam pada abad ke-14 hingga ke-15.
Namun di balik fakta sejarah, masyarakat sekitar menyimpan kisah mistis. Konon, makam ini dijaga oleh sosok gaib yang tak kasat mata. Cerita turun-temurun menyebutkan bahwa peziarah yang datang dengan niat tulus akan mendapat berkah dan keselamatan.
Baca Juga: Drainase Mojolebak-Parengan Dinormalisasi
Sejarawan lokal menegaskan bahwa Troloyo bukan sekadar situs pemakaman. Ia adalah penanda transisi besar dalam sejarah Jawa, ketika pengaruh Islam mulai masuk ke lingkungan kerajaan Majapahit.
Meski aura mistis tetap melekat. Beberapa warga percaya bahwa makam Troloyo memiliki energi spiritual yang kuat. Hal ini membuat Troloyo tidak hanya dikunjungi oleh peneliti, tetapi juga oleh peziarah yang mencari ketenangan batin.
Bukan hanya tempat bersejarah, tapi juga tempat mencari petunjuk hidup, ujar Suyitno, warga Trowulan, saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa banyak peziarah datang dengan harapan mendapat jawaban atas masalah pribadi.
Troloyo juga menjadi simbol identitas Mojokerto. Perpaduan antara mitos dan sejarah menjadikan situs ini sebagai ruang kontemplasi sekaligus destinasi wisata budaya. Pemerintah daerah pun kerap menjadikan Troloyo sebagai bagian dari paket wisata sejarah Majapahit.
Baca Juga: Pidsus Kejaksaan Kabupaten Mojokerto Terima Berkas Kasus Dugaan Korupsi
Pengunjung yang datang ke Troloyo tidak hanya disuguhi suasana sakral, tetapi juga jejak arkeologis yang memperlihatkan lapisan sejarah panjang Mojokerto. Hal ini menjadikan Troloyo sebagai titik temu antara penelitian akademis dan tradisi masyarakat.
Menurut catatan Balai Pelestarian Cagar Budaya, makam Troloyo termasuk dalam kawasan situs Trowulan yang dilindungi. Upaya konservasi terus dilakukan agar nilai sejarah dan budaya tetap terjaga.
Meski demikian, perdebatan tetap muncul. Apakah Troloyo lebih layak disebut sebagai situs sejarah atau tempat mitos? Jawaban itu tergantung pada cara masyarakat memaknainya.
Troloyo tetap menjadi bagian penting dari identitas Mojokerto. Baik sebagai bukti sejarah Majapahit maupun sebagai ruang spiritual, Troloyo terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat hingga kini.
KALKY
Editor : Imron Arlado