Kolam Segaran Trowulan, Saksi Bisu Kejayaan Majapahit

Imron Arlado • Dipublikasikan Senin, 20 April 2026 | 17:56 WIB
Jejak kejayaan Majapahit tersimpan di Kolam Segaran Trowulan.
Jejak kejayaan Majapahit tersimpan di Kolam Segaran Trowulan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mojokerto kembali menegaskan posisinya sebagai pusat sejarah Nusantara melalui keberadaan Kolam Segaran di Trowulan. Situs ini dikenal sebagai kolam buatan terbesar peninggalan Kerajaan Majapahit yang hingga kini masih menjadi daya tarik wisata sejarah.

Kolam Segaran terletak di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Nama “Segaran” berasal dari kata Jawa yang berarti lautan, merujuk pada luas kolam yang menyerupai samudra kecil di tengah daratan.

Dengan panjang sekitar 375 meter dan lebar 175 meter, kolam ini memiliki luas mencapai 6,5 hektare. Dinding bata merah setebal 1,6 meter menjadi bukti kecanggihan konstruksi Majapahit yang mampu bertahan ratusan tahun.

Baca Juga: Tradisi Festival Unit di MTs 2 Nurul Islam dalam Menumbuhkan Sikap Solidaritas

Sejarawan menyebut Kolam Segaran bukan sekadar wadah air, melainkan bagian dari sistem irigasi yang mendukung kehidupan masyarakat Majapahit. Fungsinya diyakini sebagai penampungan air sekaligus sarana rekreasi kerajaan.

Legenda yang berkembang di masyarakat menambah daya tarik situs ini. Konon, Majapahit menjamu tamu kerajaan di tepi kolam, lalu membuang peralatan makan dari emas dan perak ke dalam air sebagai simbol kemakmuran.

Kolam Segaran juga disebut sebagai arena latihan militer air. Hal ini menunjukkan bahwa Majapahit memiliki strategi pertahanan yang memanfaatkan teknologi dan sumber daya alam secara maksimal.

Kolam Segaran pertama kali diperhatikan kembali oleh arkeolog Belanda, Maclaine Pont, pada awal abad ke-20. Sejak saat itu, situs ini masuk dalam peta rekonstruksi ibu kota Majapahit di Trowulan.

Baca Juga: Pengolaan Makanan di Pesantren: Analisis Higienis untuk Meningkatkan Kualitas Makanan

Meski menjadi ikon sejarah, Kolam Segaran menghadapi tantangan pelestarian. Pada musim kemarau, kolam kerap mengering sehingga mengurangi daya tarik wisatawan yang datang untuk menyaksikan keindahannya.

Pemerintah daerah bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya terus berupaya menjaga keberadaan kolam ini. Program revitalisasi kawasan heritage Trowulan diharapkan mampu menggabungkan aspek arkeologi, budaya, dan pariwisata.

Kini Kolam Segaran bukan hanya saksi bisu kejayaan Majapahit, tetapi juga simbol identitas Mojokerto. Dengan nilai sejarah, legenda, dan potensi wisata yang dimilikinya, kolam ini tetap menjadi magnet bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin merasakan aura kebesaran Majapahit.

 

KALKY

Editor : Imron Arlado
legenda majapahit kabupaten mojokerto kerajaan majapahit wisata mojokerto