Ditarget Kembali ke Wujud 700 Tahun Lalu
KABUPATEN - Serangkaian tahapan pemugaran Situs Kumitir dan Situs Klinterejo mulai digulirkan. Upaya pelestarian peninggalan bersejarah tersebut diawali Disbudporapar Kabupaten Mojokerto dan Balai Pelesatarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur dengan sosialisasi di masing-masing desa.
Kali pertama sosialisasi dilakukan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, pada Kamis (16/4). Kemudian disusul Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, kemarin (17/4). Di hadapan masing-masing pemerintah desa dan warga, disampaikan kegiatan pemugaran cagar budaya peninggalan era Majapahit yang berlangsung selama 8 bulan tersebut dimulai 20 April mendatang.
’’Sosialisasi ini supaya tidak ada miskomunikasi dengan masyarakat. Kita sampaikan maksud pemugaran situs ini sebagai bagian dari pelestarian,’’ ungkap Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, kemarin (17/4).
Ia menjelaskan, banyak aspek sehingga proses pemugaran kedua situs di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan itu membutuhkan waktu panjang. Utamanya, proses kajian untuk merekonstruksi bangunan fisik hingga kembali berdiri mendekati kondisi semula seperti 700 tahun silam.
Warga setempat bakal dilibatkan untuk membantu pemugaran yang dilakukan tim arkeolog BPK Jawa Timur ini. ’’Contohnya, peletakan batu bata untuk pemugaran itu harus presisi sesuai data yang ada selama ini,’’ jelas Riedy.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Heryani menuturkan, tim pemugaran langsung menyiapkan sarana dan prasarana di dua situs pasca tahap sosialisasi rampung digelar. ’’Setelah itu selesai dilanjutkan pemugarannya selama delapan bulan. Untuk Situs Klinterejo juga kita lakukan ekskavasi lagi,’’ terangnya terpisah.
Selain bagian dari pelestarian cagar budaya, pemulihan kondisi fisik kedua bangunan bersejarah tersebut sekaligus untuk kepentingan ilmu pengetahuan. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah