Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Teknologi Distribusi Perdagangan Majapahit, Andalkan Pelabuhan Tuban dan Canggu

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:20 WIB

 

JEJAK PERADABAN: Relief Candi Tegowangi di Kabupaten Kediri yang menggambarkan aktivitas perdagangan pada masa Kerajaan Majapahit.
JEJAK PERADABAN: Relief Candi Tegowangi di Kabupaten Kediri yang menggambarkan aktivitas perdagangan pada masa Kerajaan Majapahit.
MAJAPAHIT menjalankan perdagangan asing melalui Pelabuhan Tuban dan Pelabuhan Canggu di laut utara Jawa. Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana mengatakan, berita Cina dari Dinasti Yuan menyebut peran Tuban dan Canggu sebagai pelabuhan penting di Jawa Timur dalam ekspedisi militer mereka pada abad ke-13 Masehi. 

Adapun Kitab Kidung Harsyawijaya dan Pararaton memuat dua nama pelabuhan tersebut sebagai titik keberangkatan ekspedisi Pamalayu yang dilakukan Kerajaan Singosari ke Melayu pada 1275 Masehi. 

Memasuki masa Kerajaan Majapahit, Tuban kian ramai berkat menerapkan kebijakan kerajaan yang mengundang pedagang asing ke setiap upacara perayaan keagaman di ibu kota Wilwatikta. Kerja sama perdagangan antarnegara juga dibentuk dengan melarang kapal saudagar asing berlayar di sebelah timur Jawa dan menjadikan Tuban sebagai pelabuhan tujuan dagang. 

SIMBOL KEJAYAAN: Kapal Ekspedisi Spirit of Majapahit berlayar dari Jakarta ke Jepang pada 2016. Pelayaran ini menjadi representasi budaya maritim Kerajaan Majapahit.
SIMBOL KEJAYAAN: Kapal Ekspedisi Spirit of Majapahit berlayar dari Jakarta ke Jepang pada 2016. Pelayaran ini menjadi representasi budaya maritim Kerajaan Majapahit.

’’Para pelayar niaga asing diwajibkan berlabuh di pelabuhan Tuban, apabila tidak mematuhi akan dilakukan pemaksaan dan penyerangan,’’ tutur Tommy.

Lewat keringanan pungutan pajak, Tuban yang dulu dikenal dengan nama Kambang Putih berkembang menjadi pelabuhan ramai dengan disinggahi kapal-kapal dagang dari India, Birma (Myanmar), Kamboja, dan Campa (Vietman). Catatan Wong Ta-Yuan dari 1349 Masehi menyebut pedagang Cina pada tahun itu sudah tidak lagi mencapai kepulauan Maluku. 

Begitu pula ekspedisi-ekspedisi Cheng Ho dari tahun 1371-1435 Masehi yang juga tidak mencapai kepulauan di timur Nusantara itu. ’’Pada masa itu, negeri Cina sendiri mengakui bahwa kerajaan Jawa sebagai negeri di luar Cina yang terkaya sesudah Arab,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#trowulan majapahit #riwayat majapahit #mojosains #sejarah majapahit #kerajaan majapahit