Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Awal Mula Kampung Seni Bejijong, Trowulan Mojokerto: Dirintis sejak Masa Kolonial, Dilestarikan Jadi Sentra Cor Logam

Rizal Amrulloh • Kamis, 11 Desember 2025 | 18:20 WIB

 

PRODUK UNGGULAN: Salah satu perajin Patung Cor Kuningan di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan menjadi binaan Disperidag Kabupaten Mojokerto.
PRODUK UNGGULAN: Salah satu perajin Patung Cor Kuningan di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan menjadi binaan Disperidag Kabupaten Mojokerto.

 

KABUPATEN - Seni kerajinan cor logam asal Trowulan, Kabupaten Mojokerto telah dikenal luas sebagai produk unggulan yang mampu menembus pasar mancanegara. Bahkan karya seni kriya yang dirintis sejak era kolonial ini telah jauh berkembang hingga terbentuk kampung seni di Desa Bejijong.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, geliat kerajinan cor logam di Trowulan mulai eksis sejak masa prakemerdekaan. Menurutnya, hal itu berawal dari salah satu seniman lokal asal Desa Bejijong bernama Sabar yang menekuni seni rupa.

Dia menjelaskan, Sabar mempelajari teknik membuat cor kuningan saat bekerja di Museum Majapahit, Trowulan di tahun 1941. ’’Patung pertama yang dia (Sabar, Red) buat adalah arca Ganesha berbahan timah,’’ ulasnya.

Pria yang akrab disapa Yuhan ini mengatakan, Sabar mempelajari dan memproduksi kerajinan logam secara otodidak. Teknik tersebut diperoleh atasannya di Museum Majapahit, Henri Maclaine Pont. Menurutnya, purwarupa patung tersebut dibuat dari pengamatan terhadap arca yang jadi koleksi di Museum Majapahit.

Dalam prosesnya, karya patung berbahan logam tidak selalu berhasil dibuat. Tak sedikit karya yang gagal. ’’Setelah beberapa proses, akhirnya Sabar mampu membuatnya karya dengan kualitas yang lebih baik,’’ ulasnya.

PERINTIS: Almarhum Sabar seniman cor logam Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
PERINTIS: Almarhum Sabar seniman cor logam Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Lambat laun, seni kriya buatan tangannya mendapat pengakuan dari banyak pihak. Sosok asal Desa Bejijong ini pun mulai dikenal sebagai seniman cor logam.

Namun, pada masa pendudukan Jepang, kegiatan produksi cor logam Trowulan sempat vakum. Kondisi tersebut juga masih berlangsung hingga masa revolusi kemerdekaan  RI.

Setelah purnatugas dari Museum Trowulan, pada 1963 Sabar makin mengembangkan kreativitasnya. Perupa ini membuat karya-karya dengan ciri khas dari peninggalan Majapahit. ’’Karyanya kemudian dikenal luas,’’ imbuhnya.

Dari keahliannya tersebut, tutur Yuhan, Sabar membagikan ilmunya kepada warga sekitar. Perintis cor logam ini lalu melahirkan seniman-seniman lokal di  Trowulan. Pada 1970 di Desa Bejijong setidaknya terdapat 28 orang perajin cor logam. Karyanya juga dikembangkan dengan menggunakan bahan kuningan. ’’Semuanya merupakan didikan dari almarhum Pak Sabar,’’ pungkas Yuhan. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #desa bejijong #cor kuningan #kampung seni bejijong #kecamatan trowulan #seni majapahit #kampung cor