Hasil Ekskavasi Tahap VI
JATIREJO - Misteri denah keruangan Situs Kumitir bertahap diungkap tim arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI. Dari ekskavasi lanjutan yang digelar, rupanya istana Kerajaan Majapahit di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, seluas 6 hektare ini dikelilingi struktur talud dari bata kuno.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir sekaligus M. Ichwan menguraikan, hal ini berdasarkan penelusuran arkeologis yang dilakukan hingga tahap VI, yang digelar kurun 16-23 Oktober ini. ’’Kita buktikan bahwa saat ini struktur talud dari sudut timur laut sampai sudut barat laut sudah ketemu (menyambung satu bagian),’’ sebut arkeolog BPK Wilayah XI Jatim ini.
Pada talud sisi utara, kata Ichwan, dua dari tiga kotak gali ditemukan struktur bangunan kuno. Satu kotak gali di antaranya hanya tersisa empat lapis bata. Sementara satu titik lainnya ditemukan struktur yang relatif lebih besar meski lapisan atasnya cenderung rusak. Yakni, sekitar satu meter dengan tebal lebih dari lima lapis bata kuno.
’’Di sisi utara ini, kita meneruskan ekskavasi tahun sebelumnya, yang titiknya di sisi timurnya lagi,’’ terangnya. Praktis, selama ini sudah lebih dari tiga titik gali ditemukan struktur talud di sisi utara situs. Seluruh konstruksinya memanjang simetris dari sisi timur ke barat.
’’Bisa disimpulkan, benar Situs Kumitir ini denahnya persegi panjang dikelilingi pagar talud berukuran 300 x 200 meter,’’ ungkap Ichwan. Sejauh ini, BPK Wilayah XI telah melakukan enam kali ekskavasi. Pada tahap VI ini, tim ekskavasi melakukan penggalian arkeologis kurun 16-23 Oktober.
Selama delapan hari, tim arkeolog menyasar bentangan struktur talud sisi barat dan utara situs yang diyakini sebagai Istana Bhre Wengker ini. Tim ekskavasi melakukan penggalian di delapan kotak gali yang masing-masing berukuran 4x4 meter persegi di dua titik. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi