Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bentuk Benteng Pertahanan di Mojokerto

Rizal Amrulloh • Kamis, 9 Oktober 2025 | 15:40 WIB

 

ALUSISTA: Warga berswafoto di atas kendaraan militer di depan Makorem 082/CPYJ Jalan Hasyim Asy
ALUSISTA: Warga berswafoto di atas kendaraan militer di depan Makorem 082/CPYJ Jalan Hasyim Asy

SEMENTARA itu, setelah Kota Surabaya jatuh ke tangan musuh, Mojokerto dijadikan sebagai markas pasukan TKR dan barisan pejuang lainnya. Di bawah pimpinan Soengkono, pasukan pejuang membentuk front pertahanan demi mempertahankan kemerdekaan RI. ”Mojokerto dipilih sebagai markas pasukan,” ulas Ayuhanafiq.

 Pemindahan markas komando di Mojokerto berlangsung hingga tahun 1946. Dalam masa itu, sempat terjadi pergantian pimpinan di tubuh TKR Mojokerto. Kursi komandan TKR Mojokerto yang sebelumnya diduduki oleh Marhadi digantikan Mayor RM Soedarsono. Sedangkan Marhadi diangkat mengisi jabatan baru sebagai kepala Staf Divisi IV Narotama. 

Dari Mojokerto, TKR bersama pejuang mengomando barisan pertahanan yang berada di kawasan Legundi, Gresik. Secara bergiliran, TKR Mojokerto mengirimkan pasukan di pos-pos pertahanan. ”TKR Mojokerto menjadi salah satu pilar kekuatan mempertahankan kemerdekaan,” tutur penulis buku Revolusi di Pinggir Kali, Pergerakan di Mojokerto Tahun 1945-1950 ini. 

Di masa revolusi tersebut, pejuang tak lagi berhadapan dengan pasukan Sekutu. Melainkan berganti melawan tentara Belanda yang menunggangi rombongan pasukan Inggris. ”Belanda berusaha memperluas daerah pertempuran, termasuk berupaya merebut wilayah Mojokerto,” tukas Yuhan.

 Dalam mempertahankan kemerdekaan itu, pasukan TKR dan barisan pejuang menghadapi beberapa pertempuran dengan kolonial. Di antaranya di Brangkal yang menyebabkan banyak pasukan gugur. Dari masa ke masa, TKR Mojokerto mengalami sejumlah perubahan nama. Di antaranya sempat berubah menjadi Batalyon 7420. Kemudian kembali bertransformasi lagi menjadi Batalyon 6010 alias batalyon tempur. (ram/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Markas Komando #pejuang kemerdekaan #tentara keamanan rakyat #badan keamanan rakyat #benteng pertahanan #mojokerto