Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Makna di Balik Bendera Era Majapahit

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 20 September 2025 | 15:20 WIB
DITARIK HEWAN: Relief Lalitavistara di dinding Candi Borobudur, Magelang, menunjukkan ibunda Sidharta Gautama, Ratu Maya, menaiki kereta kuda.
DITARIK HEWAN: Relief Lalitavistara di dinding Candi Borobudur, Magelang, menunjukkan ibunda Sidharta Gautama, Ratu Maya, menaiki kereta kuda.

Simbol Penguasa, dari Garuda hingga Buah Maja

 Setiap penguasa Kerajaan Majapahit cenderung memiliki simbol khas yang menjadi semacam bendera kebesaran. Gambar seperti burung garuda hingga buah maja melekat pada prasasti dan kereta milik sang raja.

 Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana mengatakan, belum ada penelitian yang mengulas secara khusus mengenai bendera di zaman Kerajaan Majapahit. Namun demikian, terdapat sejumlah petunjuk mengenai eksistensi bendera sebagai identitas kelompok kerajaan yang diyakini berpusat di Trowulan, Mojokerto, tersebut.

 ”Bendera atau panji di masa Majapahit itu lebih terkait simbol atau lambang setiap rajanya,” jelasnya. Tommy mencontohkan, raja dari dinasti Girindrawardhana identik dengan simbol telapak kaki dan payung. Gambar ini ditemukan pada prasasti-prasasti peninggalan sang raja terakhir. Seperti Prasasti Jiyu dan Petak. 

Selain itu, raja-raja di masa akhir Majapahit juga lekat dengan lambang berbentuk hewan, salah satunya garuda. ”Lambang ini bisa jadi terkait dengan kepercayaan dan keagamaan, tapi ada juga yang belum bisa ditafsirkan,” ungkapnya.

 Selain simbol ciri khas masing-masing penguasa, Majapahit juga memiliki semacam panji utama dengan gambar yang telah banyak dikenal, yakni buah maja. Seperti yang dikisahkan Empu Prapanca dalam Kitab Negarakertagama, kereta Raja Hayam Wuruk berhias buah maja di kedua sisinya. 

Lambang pada kendaraan untuk perjalanan darat yang ditarik dengan gajah atau kuda itu menjadi pembeda kereta raja dengan bawahannya. Dalam kitab yang sama, kereta pasukan Mahapatih Gajah Mada disebut memiliki lambang tumbuhan pulutan. Sementara itu, pedati Ratu Pajang bergambar matahari yang bersinar gemerlap. Adapun bentuk panji lainnya dapat ditemukan pada kereta Ratu Lasem yang berlukiskan banteng putih, Ratu Daha dengan simbol bungan daha, dan rombongan Ratu Kahuripan memiliki hiasan gambar taburan bulatan bercorak merah putih. ”Jadi, setiap kereta itu memiliki lambang berbeda-beda,”  tandasnya. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bendera #simbol #kerajaan majapahit