Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Islam Semasa Majapahit Dirikan Kompleks Makam Muslim di Ibu Kota

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 13 September 2025 | 15:25 WIB

SITUS BERSEJARAH: Kompleks Makam Islam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dari masa Kerajaan Majapahit.
SITUS BERSEJARAH: Kompleks Makam Islam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dari masa Kerajaan Majapahit.
 

 

 Meski bercorak Hindu-Buddha, Kerajaan Majapahit memiliki penduduk beragama Islam. Sejumlah jejak arkeologis menjadi bukti keberadaan komunitas muslim di bekas ibu kotanya, Trowulan. Beberapa di antaranya berupa temuan nisan-nisan di situs Makam Troloyo dan figurin bergambar sosok muslim.

 Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana menceritakan, Makam Troloyo dianggap sebagai kompleks kuburan Islam yang ada di ibu kota Majapahit alias Wilwatikta. Situs yang kini menjadi tempat wisata religi itu terletak di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. ”Dari situs tersebut ditemukan banyak nisan yang salah satunya bermotif hias kala dan surya,” ujarnya.

 Dalam literatur sejarah, surya adalah gambar pancaran sinar matahari yang melekat sebagai ciri khas kesenian Majapahit. Nisan-nisan di Troloyo, lanjut Tommy, mengandung banyak inskripsi Arab dan Jawa kuno berupa angka tahun Śaka. Tercatat angka tahun tertua adalah 1290 Saka (1368 M) dan yang termuda 1533 Saka (1.611 M). Beberapa nisan lainnya juga memiliki inskripsi yang memuat kutipan kalimat-kalimat dalam Alquran. ”Tetapi sayangnya, nisan-nisan tersebut tidak mencantumkan nama, sehingga tidak dapat diidentifikasi siapa tokoh yang dimakamkan tersebut,” imbuh dia. 

Kendati demikian, terdapat penelitian yang memperkuat dugaan kuburan di Troloyo milik tokoh-tokoh Majapahit. Salah satunya kajian sejarawan Perancis, Louis Charles Damais, yang menyebut ada kemungkinan bahwa tokoh yang dimakamkan di Troloyo bukanlah orang muslim dari luar Jawa. ”Dari rumitnya hiasan dan lokasinya yang dekat dengan keraton, Damais berkesimpulan bahwa batu-batu nisan itu untuk menandai kuburan orang-orang Jawa yang terhormat dan bisa jadi mereka adalah anggota keluarga kerajaan,” jelas Tommy. 

Selain makam, figurin juga menjadi bukti lain keberadaan penduduk muslim di Wilwatikta. Arca dari terakota berbentuk miniatur manusia itu menjadi salah satu seni rupa yang berkembang di Majapahit abad 13-14 M. Benda ini banyak ditemukan di Trowulan dan beberapa di antaranya berhasil diselamatkan dan disimpan di Ruang Pamer Museum Majapahit. Tommy mengatakan, beberapa figurin itu ada yang diidentifikasi sebagai gambaran dari orang-orang Islam Majapahit. ”Ciri-cirinnya memakai peci, sorban, dan berjubah gamis,” ungkapnya. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Era Majapahit #wilwatikta #makam troloyo #islam