Sementara itu, sejak berdirinya gedung Bentar, keberadaan pusat perbelanjaan di Kota Mojokerto terus mengalami tren perkembangan. Kota Onde-onde semakin dilirik oleh investor untuk mengembangkan bisnis.
Di antaranya ditandai dengan kemunculan pusat perbelanjaan modern lainnya. Seperti beroperasinya Mojo Indah Plaza (MIP) di Jalan Mojopahit, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Selain sarana berbelanja, kompleks bangunan ini juga menawarkan sarana hiburan yang lebih lengkap. ”Gedung yang juga dibangun tiga lantai ini memiliki bioskop, restoran, biliar, hingga hiburan malam,” imbuh Ayuhanafiq.
Keberadaan pusat perbelanjaan modern dan hiburan di Kota Mojokerto tersebut mengalami masa kejayaan selama kurang lebih dua dekade sejak didirikan. Persaingan bisnis dan makin menjamurnya swalayan yang tersebar di wilayah kota membuat dua pengelola shopping center ini harus berjuang ekstra untuk eksis.
Tak hanya mengalami penurunan jumlah pembeli, maraknya penggunaan video compact disc (VCD) juga berdampak terhadap merosotnya penonton bioskop. ”Masyarakat banyak beralih menonton VCD dibanding datang ke bioskop,” ulasnya.
Kondisi tersebut kian dipersulut degan pengetatan pengawasan terhadap hiburan malam. Pada dekade akhir 1990-an, eksistensi tempat hiburan malam kian meredup hingga akhirnya ditutup. Nasib yang sama juga dialami gedung bioskop yang pada akhirnya terpaksa harus gulung layar. ”Gedung bioskop ditutup setelah dilanda kebakaran di sekitar tahun 200-an,” pungkas Yuhan. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi