Dirintis Gedung Bentar, Dibangun Tahun 1981
Kota Mojokerto memiliki perjalanan panjang sebelum menjelma menjadi destinasi wisata belanja seperti sekarang. Salah satu yang menjadi tonggak perkembangan sektor perniagaan adalah dibangunnya gedung perbelanjaan modern.
Di antara yang menjadi penanda adalah berdirinya gedung Bentar. Bangunan di Jalan Mojopahit, Kecamatan Kranggan, yang kini difungsikan sebagai Pusat Grosir Sepatu (PGS) itu menjadi perintis dari keberadaan pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai macam kebutuhan sekaligus hiburan.
Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, salah satu gedung perbelanjaan yang mengawali perkembangan pusat perbelanjaan di Kota Mojokerto adalah Bentar. Didirikan sejak 1981, gedung yang dibangun di atas lahan eks terminal ini dibangun dengan konsep modern. ”Gedung dibangun dengan tiga lantai,” ungkapnya.
Layaknya sebuah mal, masing-masing lantai terkoneksi satu sama lain. Bahkan, di dalam gedung juga dilengkapi eskalator. Dia menyebutkan, fasilitas berupa tangga berjalan ini menjadi sarana yang pertama diterapkan di sebuah pusat perbelanjaan di Mojokerto.
Sementara itu, di lantai dasar juga menyediakan sebanyak 32 stan untuk berdagang. Tak hanya itu, lantai di atasnya juga memiliki kapasitas yang lebih besar dengan daya tampung sebanyak 44 gerai. Di samping sektor perbelanjaan, gedung Bentar juga menyediakan fasilitas berupa hiburan. ”Di lantai tiga digunakan untuk gedung bioskop,” papar pria yang akrab disapa Yuhan ini.
Di luar gedung, pengelola Bentar juga menyediakan lahan parkir yang terbilang luas untuk saat itu. Karena tempat parkiran dapat digunakan untuk 45 unit kendaran roda empat dan 50 motor. Dengan letak lokasi yang strategis dan fasilitas yang lengkap, maka tak butuh waktu lama bagi Bentar untuk manarik antusiasme masyarakat.
Karena dengan sekali berkunjung, pembeli bisa mendapatkan berbagai bahan kebutuhan dan juga hiburan. ”Keberadaan Bentar tidak hanya menyedot animo masyarakat di Kota Mojokerto, tetapi juga menarik kunjungan dari masyarakat daerah sekitar,” tandasnya. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi