Saluran Air Kuno di Kompleks Situs Bhre Kahuripan
SOOKO - Tim Arkeolog BPK Wilayah XI menemukan indikasi sebaran struktur saluran air kuno mengarah ke sektor lain di kompleks Situs Bhre Kahuripan. Hal ini didapati dari hasil tes pit yang dikakukan di sekitar area sektor tengah Candi berangka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi tersebut.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M. Ichwan menerangkan, penelusuran sebaran parit kuno yang sebelumnya masif ditemukan di area mandala turut menjadi fokus dalam ekskavasi lanjutan yang dimotori Pemkab Mojokerto pada kurun 11-15 Agustus ini. Empat titik gali dibuka tim ekskavasi ke arah timur area Mandala atau di utara Pendopo Balai Tani Desa Klinterejo. ’’Setelah kami telusuri, ternyata memang ada indikasi menyambung dengan sektor tengah,’’ ujar Arkeolog BPK Wilayah XI, ini.
Dari hasil ekskavasi yang digelar BPK Wilayah XI pada 23 Juli hingga 7 Agustus, diketahui struktur mandala yang berbentuk menyerupai Surya Majapahit dikelilingi saluran parit dengan lebar sekitar 16 cm. Dari situ, tim arkeolog menelusuri indikasi parit kuno yang mengarah keluar dari sisi timur menyambung ke sektor tengah yang berjarak lebih dari 20 meter.
Ichwan menyebut, temuan ini menguatkan korelasi hubungan struktur saluran air antara struktur mandala dengan sektor tengah. Hanya saja, sementara ini belum diketahui arah masuk maupun keluarnya aliran air. ’’Jadi sementara ini saluran air yang mengarah ke timur ini mentok ke sektor tengah. Kemudian saluran air ini menyambung ke mana lagi, masih perlu kajian lebih lanjut,’’ tandasnya.
Selain itu, tim arkeolog turut menemukan sejumlah fragmen genting kuno di sekitaran struktur mandala. Hal ini sekaligus mengindikasikan jika struktur mandala sebelumnya merupakan bangunan beratap genting. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi