Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Arkeolog Temukan Saluran Air Kuno Situs Raja Majapahit di Mojokerto

Martda Vadetya • Kamis, 7 Agustus 2025 | 15:30 WIB

 

PENINGGALAN KUNO: Tampak struktur saluran air yang ditemukan di area menyerupai Surya Majapahit di Situs Klinterejo, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko.
PENINGGALAN KUNO: Tampak struktur saluran air yang ditemukan di area menyerupai Surya Majapahit di Situs Klinterejo, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko.

Jelang Hari Terakhir Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan

 SOOKO - Memasuki masa akhir ekskavasi, tim arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI mendapati temuan baru di kompleks Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko. Yakni, adanya struktur saluran air yang ditengarai mengelilingi bangunan mandala yang menyerupai Surya Majapahit.

 Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M. Ichwan menerangkan, struktur saluran air ditemukan dominan di sisi timur struktur mandala Situs Klinterejo yang notabene satu kawasan dengan Situs Bhre Kahuripan. ”Di sisi barat juga ada celah yang jaraknya sekitar 30-45 cm. Struktur celah ini yang kami duga sebagai selokan air,” terangnya, kemarin (6/8). 

Struktur ini, lanjut Ichwan, tersusun dari 4-5 lapis bata kuno. Salah satu titik yang ditemukan saluran yakni sisi barat yang juga ditengarai sebagai bagian dari halaman mandala. Ditengarai, struktur mandala persegi delapan ini dikelilingi saluran air yang bentuknya turut menyerupai bintang. Apalagi, di sisi timur mandala ditemukan saluran air yang menjorok keluar area mandala.

 ”Jadi dari dua kotak gali yang kita buka di sisi timur ini, kami temukan struktur saluran air yang membujur barat ke timur, panjangnya sekitar 2 meter,” imbuh arkeolog BPK Wilayah XI ini. Di tengah susunan bata, terlihat jelas celah berukuran sekitar 15 cm yang disinyalir sebagai tempat air mengalir. Hanya saja, kata Ichwan, celah saluran air ini tidak ditemukan di sisi selatan tenggara dan barat daya mandala. 

”Sementara ini masih kami telusuri apakah struktur saluran air di sisi timur ini menyambung terus ke arah timur atau tidak. Nanti kami akan tes pit,” tandasnya. Sejauh ini bangunan mandala diduga dipayungi atap. Itu setelah ditemukan fragmen artefak ukel hingga genting di lokasi. Seperti diketahui, ekskavasi tahun keenam situs Bhre Kahuripan ini berlangsung mulai  23 Juli dan dijadwalkan rampung 7 Agustus. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#ekskavasi cagar budaya #Ekskavasi Arkeologi #sooko mojokerto #saluran air #klinterejo #ekskavasi bangunan kuno #situs bhre kahuripan