Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sisa Struktur Mandala Tergerus Aktivitas Linggan

Martda Vadetya • Senin, 4 Agustus 2025 | 15:50 WIB
DITELUSURI: Tim ekskavasi saat menggali area struktur mandala di Situs Klinterejo, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko.
DITELUSURI: Tim ekskavasi saat menggali area struktur mandala di Situs Klinterejo, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko.

Ekskavasi Tahun Keenam Situs Bhre Kahuripan

SOOKO - Tidak seluruh sisa bangunan kuno di kompleks Situs Bhre Kahuripan dan Situs Klinterejo, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, ditemukan dalam kondisi utuh. Tim ekskavasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI mendapati sebagian sisa struktur mandala justru rusak terdampak aktivitas linggan atau produksi bata.

Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M. Ichwan menerangkan, selama sepekan ini pihaknya telah tuntas melakukan penggalian arkeologis di area sisa bangunan yang berbentuk Surya Majapahit tersebut. Terutama pada susunan bata kuno yang membentuk dua bujur sangkar berukuran 17x17 meter persegi itu.

’’Untuk sektor mandala ini sudah (tergali) semuanya. Yang kita buka ini sekitar 25x25 meter. Mencakup area di sekitar struktur bintang ini,’’ ujar arkeolog BPK Wilayah XI, ini. Ia mengatakan, baru tujuh dari delapan sudut lancip struktur mandala yang teridentifikasi. Itu karena sudut lancip sebelah utara belum diketahui rimbanya.

Kuat dugaan, sisa bangunan era Kerajaan Majapahit ini rusak akibat tergerus aktivitas linggan atau produksi bata pada masa lampau. ’’Di sisi utara sudah tidak ada (sisa struktur) karena dulu dipakai untuk linggan,’’ terangnya.

Menurut Ichwan, area ini dinilai penting. Sebab, struktur menyerupai Surya Majapahit ini merupakan satu bagian dari kompleks Situs Bhre Kahuripan dan Klinterejo yang total luasnya ditaksir mencapai 6 hektare. Apalagi, kala itu bangunan ini dipercaya sebagai ruang khusus bagi pengunjung sebelum beribadah di candi utama yang bercorak Hindu-Buddha ini. ’’Semua di area bangunan menyerupai bintang ini sebagai sarana untuk pemujaan,’’ beber Ichwan.

Selama sepekan ini, tim arkeolog menemukan temuan lepas berupa artefak kerewang genting kuno yang tercecer di sekitar mandala. Temuan-temuan ini saling melengkapi dengan yang didapati peneliti pada ekskavasi sebelumnya.

Salah satunya yakni struktur persegi di sisi barat mandala yang ditengarai sebagai pintu masuk. Hingga sejumlah umpak susunan bata yang tersebar di area tersebut. ’’Jadi struktur berbentuk bintang ini bisa sebagai simbol atau bahkan bangunan ruang terbuka,’’ tutur arkeolog alumnus Universitas Udayana, ini.

Seperti diketahui, ekskavasi tahun keenam ini digelar mulai 23 Juli hingga 7 Agustus mendatang. Sebanyak 15 orang tim teknis dan 17 tenaga penggalian dilibatkan dalam penelusuran arkeologis ini. Ekskavasi yang berlangsung selama dua pekan ini difokuskan di 2 titik. Yakni di lahan sisi tenggara dari area candi Situs Bhre Kahuripan dan struktur mandala di Situs Klinterejo. (vad/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bangunan kuno #sooko mojokerto #klinterejo #ekskavasi bangunan kuno #situs klinterejo #situs bhre kahuripan