Ajak Pengasuh dan Teman Bung Karno dari Jombang
Selain Jombang dan Sidoarjo, Mojokerto mempunyai jejak pertalian sejarah dengan Presiden RI pertama Ir Soekarno atau Bung Karno. Salah satunya berkaitan dengan riwayat pendidikan masa kecilnya saat belajar di sekolah Ongko Siji atau Eerste Inlandsche School dan Europeesche Lagere School (ELS) saat tinggal di wilayah yang sekarang menjadi Kota Mojokerto, sejak 1909 sampai 1916.
Setelah lulus dari ELS Mojokerto, tokoh berjuluk Putra Sang Fajar ini melanjutkan pendidikan ke Hoogere Burger School (HBS) Surabaya. Kenangan indah saat lahir sampai usia lima tahun di Ploso, Jombang, dan hidup beberapa tahun di Kota Mojokerto, bahkan membuat Bung Karno memberikan kepada Cindy Adams data nama-nama kota dan orang-orang yang tahu riwayat hidupnya di Jawa Timur, Jawa Barat, dan kota-kota lain.
Menerima data ini, Cindy yang sedang mengumpulkan bahan untuk penulisan buku otobiografinya, langsung datang ke Jombang dan Mojokerto. Pada Kamis, 16 Januari 1964, Cindy Adams bersama rombongan datang menjemput pengasuh bayi Bung Karno di Ploso, yang akrab disapa Mbok Suwi. Termasuk menemui Mbah Joyo Dipo, tak lain adalah teman masa kecil Bung Karno selama di Ploso. ”Keduanya lalu diajak ke Kota Mojokerto,” ungkap Moch Faisol, penelusur sejarah Bung Karno di Jombang-Mojokerto.
Selain itu, turut menyertai Wedono Ploso M. Soetomo dan Mbah Joyo Suparto, salah satu pedagang kain yang mengetahui kisah hidup Bung Karno di Ploso. Mereka mendatangi bekas sekolah Bung Karno di ELS Mojokerto. Selanjutnya, rombongan dari Ploso diajak Cindy Adams ke dua rumah bekas kontrakan keluarga R. Soekeni, ayahanda Bung Karno, di Kota Mojokerto.
Di antaranya di Jalan Residen Pamuji dan satu lokasi lain. Sayangnya, dokumen foto-foto di Ploso dan Mojokerto itu tidak satupun yang dimuat di buku Soekarno, berjudul An Autobiography As Told To Cindy Adams, yang terbit 1965. Namun, foto-foto tersebut kini masih tersimpan sebagai koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur. ”Pendokumentasian dilakukan tim fotografer dari Kementerian Penerangan (Kemenpen RI) dan Cindy Adams,” paparnya.
Setidaknya terdapat sepuluh foto yang dikoleksi oleh Disperpusip Provinsi Jawa Timur dan tiga foto yang dimuat di buku Cindy Adams. Karena tidak dimasukkan di buku otobiografi Bung Karno 1965, Cindy akhirnya memuat foto-foto kunjungan ke Ploso dan Mojokerto itu di buku yang berjudul My Friend The Dictator (1967), dan buku Sukarno My Friend (1971). ”Sayang, sampai sekarang saya belum menemukan informasi pendukung dari pemberitaan di koran yang sezaman saat kunjungan Cindy ke Jombang dan Mojokerto itu,” tandas Faisol. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi