Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perdagangan di Era Majapahit Hasil Bumi Ditukar Keramik dan Rempah

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 28 Juni 2025 | 15:40 WIB

 

 

JEJAK PERADABAN: Relief Candi Tegowangi di Kabupaten Kediri yang menggambarkan aktivitas perdagangan pada masa Kerajaan Majapahit.
JEJAK PERADABAN: Relief Candi Tegowangi di Kabupaten Kediri yang menggambarkan aktivitas perdagangan pada masa Kerajaan Majapahit.

Sistem perdagangan di era Kerajaan Majapahit dilakukan dengan pertukaran barang. Masyarakat membarter beras dan hasil bumi lainnya dengan barang-barang yang dibawa pedagang luar negeri, seperti keramik, tekstil, dan rempah-rempah.

 Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana mengisahkan aktivitas perdagangan 700 tahun silam masih serbatradisional. Masyarakat datang ke pasar-pasar yang menjadi pusat pertemuan antara penjual dan pembeli untuk mendapat kebutuhan yang diinginkan. ”Tidak hanya di pusat kota, saat itu pasar juga ada di desa-desa,” katanya.

 Pria yang berkantor di Museum Majapahit, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ini menyatakan, komoditas yang diperjualbelikan sudah beragam. Pada umumnya yang dijual pedagang lokal merupakan hasil pertanian layaknya beras, sirih, mengkudu, pinang, dan bawang. Ada pula penjual benda hasil industri, seperti perkakas, pakaian, anyaman, kerajang, serta arang.

 Uniknya, pasar di masa Kerajaan Majapahit tak hanya menjajakan barang dalam negeri. Pasar atau yang kala itu disebut pkan atau pken juga disesaki pedagang dari luar negeri yang membawa barang-barang impor. Yang paling terkenal adalah aneka porselin alias barang keramik dari luar negeri, salah satunya Tiongkok, kain dan jubah dari Arab, hingga rempah-rempah dari Nusantara bagian timur. ”Adanya jalur rempah turut mendorong perdagangan internasional di Majapahit,” ucapnya.

 Ada kalanya, masyarakat Majapahit menukar hasil pertanian dengan barang-barang impor. Sistem barter atau yang pada masa itu dikenal dengan istilah tributari umum dilakukan mengingat kebutuhan kedua belah pihak dapat saling terpenuhi. ”Jadi pedagang Majapahit membawa berat dan hasil bumi lalu ditukarkan dengan barang lain, seperti porselin, tekstil, dan rempah-rempah,” tandas Tommy. (adi/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Barter Barang #keramik #barter #Era Majapahit #perdagangan #rempah