Sementara itu, sejak dibangun di masa kolonial, Museum Majapahit mengalami beberapa kali transformasi pengelolaan maupun penamaan. Lokasinya kini juga telah berpindah di dekat Situs Kolam Segaran di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Provinsi Jatim, Museum Majapahit sempat dilakukan penutupan pada masa kependudukan Jepang di tahun 1942. Setelah kemerdekaan RI, gedung yang sebelumnya dikelolas OVM ini mengalami pergantian penamaan.
Di antaranya sempat diubah menjadi Balai Penyelamat Arca hingga Pusat Informasi Majapahit (PIM). Hingga kemudian Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi mengubah nomenklatur untuk kembali dinamakan Museum Majapahit 10 Juni 2025.
”Tempat yang selama ini kita kenal sebagai Pusat Informasi Majapahit, kita resmikan namanya menjadi Museum Majapahit,” ungkap Fadli Zon usai peresmian, Selasa (10/6) lalu. Tidak sekadar perubahan nama, dia menyatakan, Museum Majapahit akan dibarengi dengan peningkatan melalui penataan artefak dengan story line yang lebih profesional. Terlebih, koleksi benda bersejarah yang tersimpan mencapai 8 ribu item.
Sehingga pengembalian nama menjadi Museum Majapahit juga diharapkan dapat semakin menampilkan kebesaran Kerajaan Majapahit. ”Ini akan menjadi cikal bakal museum yang lebih besar lagi,” tuturnya. Dalam mewujudkannya, Kementerian Kebudayaan RI berencana akan melakukan pengembangan kawasan musuem. Sebagai langkah awal, yakni dengan melakukan perluasan dan penataan. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi