Perdagangan hasil industri Majapahit menjangkau pasar lokal dan regional. Rantai distribusi barang-barang produksi itu mengandalkan sejumlah pelabuhan serta aliran Sungai Brantas.
”Sungai Brantas sebagai penghubung daerah pedalaman di Majapahit dengan pelabuhan-pelabuhan di pesisir utara Jawa menjadi jalur penting dalam distribusi hasil industri,” kata Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Tommy Raditya Dahana.
Menurutnya, salah satu sektor yang paling mengandalkan Sungai Brantas adalah industri tekstil. Terbentuknya rantai jaringan produsen dan pedagang membuat perdagangan berlangsung pesat. Baik di wilayah lokal maupun regional, seperti kepulauan timur Nusantara.
Tommy menambahkan, adanya Pelabuhan Hujung Galuh di muara Sungai Brantas adalah salah satu kuncinya. ”Pelabuhan yang dibangun pada masa Raja Airlangga ini kebanyakan untuk melayani perdagangan antarpulau,” tandasnya.
Sejumlah pekerjaan terkait perdagangan tekstil tercatat dalam prasasti. Setiap bagian dari produksi dan penjualan busana ini ada pedagangnya sendiri. Antara lain, pedagang yang khusus berjualan kain, benang kapas, sutra, dan pewarna. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi