Berada di Antara Pagar dan Candi Brahu, Desa Bejijong
TROWULAN - Sedikit demi sedikit misteri denah keruangan Situs Candi Brahu, di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terkuak. Ditengarai sedianya terdapat bangunan kuno di antara stuktur pagar dan halaman atau area utama candi bercorak Hindu-Buddha tersebut.
Hal ini merupakan salah satu temuan tim arkeolog dalam ekskavasi yang digelar pada 13 hingga 28 Mei lalu. Selain menemukan struktur pagar keliling di sisi selatan, tim ekskavasi juga menemukan sisa fondasi bangunan kuno di antara candi dengan pagar. Susunan bata kuno ditemukan pada sekitar 10 kotak gali.
Sebagian berisi struktur yang kondisinya sudah tidak utuh atau terputus. Salah satunya di ujung utara yang mengarah ke halaman dan bangunan candi. ”Kita juga temukan struktur di sekitar bagian yang diduga pagar ini. Baik di sisi selatan maupun sisi utara,” ungkap Ketua Tim Ekskavasi M. Ichwan, kemarin.
Stuktur ini rata-rata tebalnya memiliki empat lapis bata kuno. Ada yang membujur barat ke timur dengan panjang sekitar 1,5 mater. Dan yang melintang ke utara atau mengarah ke situs panjangnya sekitar 2 meter.
”Memang bisa saja ada bangunan di antara pagar dan candi. Tapi, mungkin konteksnya tetap bagian dari bangunan pendukung untuk aktivitas keagamaan,” terang Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jatim XI, ini.
Seperti diketahui, Candi Brahu diasumsikan sebagai tempat ibadah peninggalan Empu Sindok, Raja Kerajaan Medang atau Mataram Kuno.
Ini berdasarkan Prasasti Alasantan (861 Saka/939 Masehi) yang ditemukan tidak jauh dari kawasan candi. Sehingga struktur yang ada di antara candi dan pagar ini ditengarai sebagai bangunan pendukung untuk ritual keagamaan.
Terlebih, asumsi ini diperkuat temuan penyerta atau lepas berupa fragmen artefak gerabah dan keramik. Berikut jobong di barat daya situs yang merupakan hasil penelitian BRIN pada 2014 lalu.
Wadah air kuno hingga jobong tersebut erat kaitannya dengan aktivitas keagamaan. ”Bisa jadi untuk barang bawaan atau menyucikan diri sebelum masuk ke area candi,” pungkas Ichwan. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi