Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Simbol Rasa Syukur dan Harapan

Rizal Amrulloh • Kamis, 8 Mei 2025 | 15:40 WIB

 

INDUSTRI: Mesin produksi di Suikerfabriek atau pabrik gula Gempolkrep di masa kolonial.
INDUSTRI: Mesin produksi di Suikerfabriek atau pabrik gula Gempolkrep di masa kolonial.

Sementara itu, tradisi buka giling yang ditandai dengan ritual manten tebu dan tumpengan di PG Gempolkrep menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan. Agar proses produksi gula bisa melimpah dan pemanenan berjalan lancar. 

Kearifan lokal dalam proses buka giling tetap diuri-uri hingga kini di PG Gempolkrep. Tak sekadar sebagai ritual, manten tebu juga menjadi wujud penyatuan tebu dari hasil penen di lahan yang dikelola pabrik dengan milik petani. ”Dengan harapan ini bisa langgeng, sehingga menghasilkan hasil yang melimpah,” ungkap General Manager PG Gempolkrep PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Edy Purnomo. 

Dalam ritual tersebut, sepasang tebu diarak dengan iringan tari cucuk lampah. Seorang laki-laki dan perempuan dengan pakaian pengantin adat Jawa mengantarkan tebu tersebut layaknya ke atas pelaminan untuk digabungkan. 

Berikutnya, buka giling dibuka dengan selamatan yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Ritus ini juga diharapkan agar musim giling tebu bisa mendapatkan hasil melimpah dan memberikan dampak luas bagi masyarakat. 

”Harapannya, tahun ini bisa meningkat berkat bersinergi dengan petani,” tuturnya. Dalam rangkaiannya, buka giling juga digelar dengan tradisi yang lainnya. Di antaranya dengan menggelar pertunjukan wayang kulit, jaranan, pasar malam, serta diisi dengan hiburan dan kegiatan keagamaan. (ram/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Kolonial Belanda #buka giling #PG Gempolkrep #giling tebu #produksi gula