- Saat Gali Tangki Limbah di Perumahan
- Diperkirakan Tinggalan Era Pra Majapahit
JETIS - Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, menyimpan banyak kekayaan sejarah dan potensi cagar budaya. Baru-baru ini, warga menemukan susunan bata kuno berikut fragmen artefak saat membuat septic tank.
Objek diduga cagar budaya (ODCB) ini ditemukan di halaman rumah Edy Prayitno di Perumahan Canggu Permai pada awal Maret lalu. Bata merah kuno yang terpendam di kedalaman sekitar 2,5 meter ini berukuran panjang 46 centimeter, lebar 30 cm dan tebal 11 cm. Tersusun sebanyak empat lapis dengan orientasi timur ke barat.
’’Susunan bata kuno ini ditemukan warga saat membuat septic tank. Dan dekat dengan permukiman warga,’’ ujar Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, kemarin. Selain itu, juga ditemukan fragmen keramik, gerabah dan andesit merah di lokasi.
Temuan ini lantas dilaporkan warga ke Disbudporapar dan BPK Wilayah XI. ’’Kemudian kita lakukan identifikasi awal bersama BPK Wilayah XI ke lokasi pada 11 Maret,’’ jelasnya. Riedy menyebut, hasil kajian awal menunjukkan ODCB tersebut bukan berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Melainkan, diperkirakan lebih tua dari peradaban yang ada pada 700 tahun lalu tersebut.
’’Kemungkinan dari masa Mpu Sindok dari Kerajaan Medang. Karena batanya cenderung sama dengan bata di Candi Gunung Gangsir yang notabene bangunan candi di masa Mpu Sindok,’’ ungkap Riedy. Tetapi, belum diketahui pasti wujud utuh susunan bata kuno tersebut.
Temuan di dalam sumur resapan berdiameter 1 meter tersebut, lanjut Riedy, dimungkinkan merupakan bagian dari struktur bangunan kuno yang lebih besar. Terlebih, Desa Canggu diyakini dulunya merupakan pelabuhan utama ibu kota Kerajaan Majapahit pada masa Raden Wijaya berkuasa pada tahun 1293 Masehi.
Atas temuan ini, penggalian septic tank terpaksa ditutup sementara. ’’Dari keterangan warga, di sisi timur sumur juga ditemukan struktur bata tapi sudah ditutup kembali. Untuk memastikannya, memang butuh kajian dan survei menyeluruh,’’ tukasnya. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi