SELAIN bersedekah dengan ater-ater makanan, dalam tradisi malaman warga muslim juga melaksanakan ritus keagamaan. Di antaranya dengan memperbanyak amal ibadah untuk berburu malam seribu bulan.
Ayuhanafiq menuturkan, beberapa amalan yang ditunaikan pada saat malaman antara lain dengan memperbanyak membaca Alquran hingga berzikir. Termasuk salat malam dan beritikaf di masjid. ’’Sebagian ada yang menjalankan ibadah maleman secara perseorangan di rumah, namun ada juga melakukan secara bersama-sama di masjid,’’ sambungnya.
Maka, pada saat malam ganjil di sepuluh hari bulan Ramadan, masjid-masjid di Mojokerto ramai dikunjungi jemaah saat dini hari. Tak terkecuali Masjid Agung Al-Fattah yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto. Dengan melaksanakan amal ibadah itu, para jemaah berharap lipatan pahala di salah satu malam yang diyakini diturunkannya Lailatul Qadar. Yang mana dalam Islam, malam tersebut merupakan hari mulia yang lebih baik daripada seribu bulan.
Tak hanya warga di wilayah kota, rumah ibadah yang dahulu dikenal dengan Masjid Kauman ini juga menjadi jujukan dari jemaah luar daerah. Bahkan, ada juga warga yang memilih beribadah di masjid yang memiliki nilai kesejarahan dalam pengembangan Islam di wilayah lainnya. ’’Karena ada yang meyakini bila iktikaf akan lebih sempurna saat dilakukan di masjid-masjid tertentu,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi