Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Riwayat Wali Kota Mojokerto dari Masa ke Masa

Rizal Amrulloh • Kamis, 27 Februari 2025 | 14:50 WIB
LINTAS PERIODE: Foto kepala daerah yang pernah menduduki jabatan sebagai Wali Kota Mojokerto.
LINTAS PERIODE: Foto kepala daerah yang pernah menduduki jabatan sebagai Wali Kota Mojokerto.

Dari Penunjukan hingga Ditentukan Hasil Pemilihan Langsung

IKA Puspitasari telah resmi dilantik sebagai Wali Kota Mojokerto untuk periode 2025-2030. Namanya akan kembali terukir dalam daftar kepala daerah yang menduduki takhta di Pemerintah Kota Mojokerto yang dibentuk sejak tahun 1918 silam.

Sejak masa kolonial, terdapat 27 nama yang meduduki kursi Wali Kota Mojokerto. Dari daftar tersebut, 18 di antaranya dilantik setelah masa kemerdekaan RI, termasuk dengan pejabat yang ditunjuk mengisi sebagai penjabat (Pj).

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menuturkan, nama yang tercatat sebagai Wali Kota Mojokerto pertama setelah proklamasi kemerdekaan RI adalah dr Soekandar. Tokoh perjuangan yang juga Bupati Mojokerto ini ditunjuk untuk merangkap jabatan kepala daerah usai masa pendudukan Jepang pada 1945. ’’Dokter Soekandar ditunjuk oleh KNID (Komite Nasional Indonesia Daerah) Mojokerto sebagai Wali Kota Mojokerto,’’ ungkapnya.

Kondisi perang kemerdekaan serta kembalinya tentara Belanda ke Kota Mojokerto pada 1947 membuat dr Soekandar dilengserkan dari jabatan. Posisinya kemudian digantikan M. Pamoedji yang juga menduduki Wali Kota sekaligus Bupati Mojokerto.

Namun, jabatan tersebut juga hanya diemban dua tahun. Setelah Pemerintah Belanda mengakui kedaulatan RI, pucuk pimpinan di Pemerintah Kota Mojokerto diestafetkan kepada R. Soedarsono Poespowardojo pada 1950. ’’Saat itu wilayah Kota Mojokerto telah mendapatkan status sebagai pemerintahan kota kecil," papar pria yang akrab disapa Yuhan ini.

Karenanya, prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Wali Kota Mojokerto dilaksanakan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) R. Samadikoen. ’’Pelaksanaannya digelar di pendapa Kabupaten Mojokerto bersamaan dengan pelantikan Bupati Mojokerto R. Soeharto,’’ urainya.

Wali Kota Soedarsono Poespowardojo menduduki jabatan hingga 1954. Berikutnya, secara bertutut-turut digantikan oleh M. Soetimbul Kartowisastro (1954), M. NG Arsid Kromohadisoerjo (1954-1961), R. Soedibjo (1961-1968). Selanjutnya, Kota Mojokerto dikomandoi Chabib Sjarbini (1968-1974), R. Soehartono (1974-1979), Wadijono (1989-1994), serta Tegoeh Soejono (1994-2004), serta Abdul Gani Soehartono (2004-2008).

Nama Abdul Gani kembali tercatat sebagai Wali Kota Mojokerto pada periode 2008-2013 yang sekaligus menandai dilaksanakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung. Kemudian, singgasana di Kota Onde-Onde Mas’ud Yunus (2013-2018) dan Ika Puspitasari (2018-2023).

Kekosongan kursi kepala daerah pada edisi 2023-2025 kemudian diduduki sementara oleh Moh. Ali Kuncoro sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto. Kini, nama Ning Ita -sapaan Ika Puspitasari- kembali akan terukir dalam daftar kepala daerah di Kota Mojokerto hasil Pilkada serentak 2024. (ram/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#wali kota mojokerto #dari Masa ke Masa #kepala daerah