Teknologi konstruksi jembatan sudah ada pada masa Kerajaan Majapahit, meskipun wujudnya masih sederhana. Menyerupai jembatan kayu di sungai kecil atau saluran air, seorang perempuan terlihat melintas. Itulah yang tergambar dalam relief Candi Minak Jinggo.
Bongkahan panel batu relief ini merupakan koleksi Museum Pusat Informasi Majapahit (PIM) Trowulan. Bagian dinding Candi Minak Jinggo yang ditemukan di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, itu menggambarkan aktivitas masyarakat Majapahit melewati jembatan.
”Di relief Candi Minak Jinggo ini ada jembatan sederhana atau wot seperti yang biasa ditaruh di atas kali (sungai kecil),” kata Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana.
Tergambar seorang tokoh dewasa tampak perempuan berdiri di atas sesuai mirip jembatan yang diduga dari bahan kayu. Bentuk relief tersebut mengarah pada adanya aktivitas menyeberangi kali dengan jembatan. Hanya saja, wujudnya masih sederhana. ”Kalau bentuk jembatan dengan konstruksi yang lebih besar masih harus dicari sumbernya lagi,” tandasnya.
Tommy menambahkan, ulasan soal jembatan kulo di Nusantara kebanyakan berasal dari era VOC dan kolonial Belanda. Era sebelum itu cenderung masih minim referensi. ”Kalau jembatan dari masa kerajaan memang masih jarang diangkat, karena kalau bicara jembatan lama pasti dari era VOC. Seperti jembatan lori yang melintasi sungai besar,” bebernya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi