JATIREJO - Temuan lima kerangka manusia di Sektor D Situs Kumitir, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, terus diteliti para ahli. Oleh tim ekskavasi, tulang belulang manusia itu kini dipindah ke Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) untuk dikaji lebih lanjut.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir sekaligus arkeolog BPK Wilayah XI Jatim M. Ichwan menerangkan, kelima kerangka manusia tersebut diangkat dan dipindahkan pada sejak Kamis (10/10). Tulang belulang manusia itu akan disimpan di Museum Kematian UNAIR hingga batas waktu yang belum ditentukan. ’’Karena memang di sana untuk kepentingan penelitian dan kami juga sudah bekerja sama dengan pihak FISIP UNAIR untuk mengkaji ini,’’ ungkapnya, Senin (14/10).
Kendati begitu, pihaknya belum bisa memastikan salah satu temuan arkeologis di situs yang diyakini sebagai Istana Bhre Wengker tersebut dipajang dalam museum. ’’Apakah kerangka itu dipajang di sana, kami kurang tahu pasti. Yang jelas ini dalam rangka penyelamatan dan pengkajian arkeologis. Memang ditempatkan di sana supaya aman,’’ beber arkeolog paro baya ini.
Tidak menutup kemungkinan kelima kerangka tersebut akan dilakukan serangkaian proses penelitian termasuk uji karbon (carbon dating). Baik untuk menentukan usia, jenis kelamin, proses pemakaman maupun penyebab kematian. Hingga konteks keterkaitan keberadaan kerangka tersebut dengan Situs Kumitir tempat kelimanya terkubur. ’’Apakah nanti akan di-carbon dating juga, kami serahkan sepenuhnya ke Tim Paleoantropologi FISIP UNAIR sebagai ahlinya,’’ jelasnya.
Diharapkan, hasil penelitian tersebut nantinya mampu menjawab beragam pertanyaan dan spekualis yang beredar atas temuan kerangka tersebut. Utamanya, terkait konteks zaman kelima kerangka manusia tersebut saat masih hidup. Kelima kerangka ini ditemukan di sektor D yang berjarak kurang dari 10 meter di barat makam Dusun Bendo, Desa Kumitir.
Kelimanya ditemukan terpendam sekitar 50 cm di bawah permukaan tanah yang membujur rapi ke arah barat laut. Dalam kondisi telungkup dengan posisi tangan melipat di dada. Dari ukurannya, satu di anataranya disinyalir masih balita. Tidak ditemukan adanya batu nisan sebagaimana pemakaman islam di lokasi.
Pada 2021 lalu satu kerangka manusia dewasa ditemukan hanya berjarak beberapa meter ke selatan dari titik ditemukannya kelima kerangka. Diangkat dan dipindahnya kerangka manusia manusia tersebut sekaligus menandakan rampungnya ekskavasi tahap V Situs Kumitir yang berlangsung sejak 17 September hingga 9 Oktober. Yang mana, menyasar empat titik dengan luas 500 meter persegi di area barat, utara dan selatan kompleks yang diyakini istana Bhre Wengker, yang merupakan bagian dari kerajaan Majapahit, tersebut. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi