Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Arkeolog Temukan Lima Kerangka Manusia

Martda Vadetya • Selasa, 8 Oktober 2024 | 14:00 WIB
DIAMANKAN: Lima kerangka manusia yang ditemukan di Sektor D Situs Kumitir, Kecamatan Jatirejo untuk sementara ditutup peti kayu agar tidak rusak.
DIAMANKAN: Lima kerangka manusia yang ditemukan di Sektor D Situs Kumitir, Kecamatan Jatirejo untuk sementara ditutup peti kayu agar tidak rusak.

Terpendam Reruntuhan, tanpa Batu Nisan, Bakal Diuji Karbon

 JATIREJO – Tim arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim mendapati sejumlah temuan hingga hari ke 18 eskkavasi Situs Kumitir, Kecamatan Jatirejo. Di antaranya, ditemukan lima kerangka manusia yang terpendam di antara sisa reruntuhan istana Bhre Wengker tersebut. Belum bisa dipastikan tulang belulang tersebut merupakan manusia zaman Majapahit.

 Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir sekaligus arkeolog BPK Wilayah XI Jatim M. Ichwan menerangkan, lima kerangka manusia tersebut ditemukan pada hari ke 13 ekskavasi atau Selasa (1/10). Kelimanya ditemukan di area sektor D Situs Kumitir. ”Kelima kerangka ini berjajar menghadap ke barat laut,” ujarnya, kemarin (7/10).

 Kelima kerangka ini di temukan sekitar 50 cm di bawah permukaan tanah dalam kondisi telungkup. Saat penggalian, tidak didapati adanya batu nisan seperti pemakaman Islam pada umumnya. ”Kami kurang tahu pasti apakah kerangka-karangka ini dalam satu lubang pemakaman di zaman dahulu atau seperti apa. Yang jelas berjajar dalam satu kotak ekskavasi,” ungkapnya.

 Titik penemuan kerangka manusia ini, lanjut Ichwan, berjarak kurang dari 10 meter dari Makam Dusun Bendo, Desa Kumitir.  ”Tapi masih di area situs dan zona ekskavasi,” sebut Ichwan. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah kelima tulang belulang itu merupakan kerangka manusia zaman Majapahit atau bukan.

 Tidak menutup kemungkinan, nantinya kelima kerangka akan dilakukan uji karbon (carbon dating) untuk menelusuri usia kerangka tersebut. ”Saat ini kami masih belum bisa menyampaikan informasi yang pasti, apakah dari zaman Majapahit atau bukan. Karena memang tim sedang mendalami temuan ini. Kalau memang nanti diperlukan carbon dating, bisa diproses,” paparnya. 

 Ichwan mengaku temuan kerangka ini bukanlah yang pertama kali. Pada ekskavasi sebelumnya di tahun 2021, tim arkeolog juga mendapati satu kerangka manusia dewasa di sektor yang sama. Berjarak sekitar 5 meter di selatan titik penemuan kerangka saat ini. ”Ya, di area yang sama tapi beda titik,” imbuhnya.

 Semantara ini, kelima kerangka tersebut masih berada di situs. Tepatnya ditampakkan sebagian di atas permukaan tanah dan ditutup peti kayu agar tidak dirusak. Mengingat, temuan ini masih dalam proses pengkajian lebih lanjut oleh tim ahli. ”Untuk mendalami temuan kerangka ini, kami serahkan prosesnya pada Tim Paleoantropoligi FISIP Universitas Airlangga. Kita memang sudah bekerja sama untuk ekskavasi Situs Kumtir kali ini,” tandas Ichwan.

 Ekskavasi tahap V Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, berlangsung sejak 17 September hingga 9 Oktober. Selama 20 hari digelar, penggalian menyasar empat titik dengan luas 500 meter persegi. Khususnya di area barat, utara dan selatan kompleks yang diyakini istana Bhre Wengker tersebut. (vad/ris)

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#arkeolog #kerangka manusia #Situs Kumitir #Balai Pelestari Nilai Budaya