KABUPATEN - Setelah terakhir digali pada 2021, kini ekskavasi tahap V Situs Kumitir, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, digulirkan. Penelusuran jejak istana raja Majapahit ini menyasar empat titik dengan luasan sekitar 500 meter persegi.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir sekaligus arkeolog BPK Wilayah XI Jatim M. Ichwan menerangkan, penelusuran arkeologis tahap V di Situs Kumitir berlangsung selama 20 hari lamanya. Tercatat mulai tanggal 17 September hingga 9 Oktober mendatang.
’’Untuk tahap pra ekskavasi atau persiapannya selama 3 hari. Total untuk ekskavasi 20 hari,’’ ujarnya, Minggu (22/9).
Ekskavasi kali ini, lanjut Ichwan, menyasar empat titik dengan total luas area 500 meter persegi. Yang mana, tersebar di sisi barat, utara dan selatan area situs yang diyakini sisa Istana Bhre Wengker tersebut.
’’Termasuk di utara makam Mbah Sagu, juga kita coba telusuri. Karena indikasinya terlihat dari sisa tebing yang ada di dekat makam. Ini sudah terlihat struktur yang intake,’’ jelas Ichwan.
Dua titik penggalian lainnya, tepat berada di selatan tapak gapura situs yang ditampakkan tim arkeolog dari ekskavasi sebelumnya. Peneliti mulai mendapati indikasi adanya susunan struktur kuno di area tersebut.
’’Ini mulai temukan indikasi susunan bata kuno yang tidak beraturan. Semoga nanti bisa menemukan sambungan talud yang sudah terbuka di sisi barat ini,’’ sebut arkeolog BPK Wilayah XI Jatim ini.
Penggalian tahap V ini, terang Ichwan, menyasar lahan 5 hektare yang sebelumnya telah dibebaskan pemerintah pada tahun 2023 lalu.
Ekskavasi penyelamatan cagar budaya ini tak lain bertujuan menelusuri sebaran struktur bangunan kuno yang diyakini istana Bhre Wengker, raja bawahan atau vassal Kerajaan Majapahit tersebut.
’’Kita lengkapi data dari struktur yang sudah tertampakkan sebelumnya. Jadi kita melengkapi yang belum tertampakkan ini,’’ tutup arkeolog jebolan Universitas Udayana ini. (vad/fen)
Editor : Imron Arlado