Aneka benda dari era Kerajaan Majapahit masih menjadi bagian dari keseharian masyarakat kiwari. Contohnya, sebut saja lilin malam, bahan menyerupai tanah liat yang banyak kegunaannya itu. Tak seperti adanya lilin sintetis seperti sekarang. Di zaman Majapahit hanya dikenal lilin alami yang terbuat dari getah tumbuhan.
Keberadaan lilin malam pada masa 700 tahun silam itu erat kaitannya dengan aktivitas metalurgi. Proses pembuatan logam menjadi benda-benda tertentu. Seperti keris, pusaka, alat pertanian, hingga aksesori, menggunakan material bertekstur lembut tersebut.
”Lilin berperan dalam teknik cetak pembuatan benda yang rumit, variatif, dan tidak simetris,” beber Kepala Sub Bagian Koleksi Pusat Informasi Majapahit (PIM) Tommy Raditya Dahana.
Menurut Tommy, lilin malam berupa benda padat yang dapat dibuat menjadi bentuk sesuai keinginan. Sifat fleksibel ini didapat dari proses pembuatannya yang berasal dari getah tumbuhan.
”Bahan ini mudah didapat karena tersedia di alam,” imbuhnya. Getah yang digunakan itu antara lain, gondorukem alias getah pohon pinus dan damar. Dalam pembuatannya, bahan getah itu dimasak dengan suhu tinggi hingga akhirnya memadat dalam proses pendinginan.
Selain elastis, lilin juga mudah memeleh ketika dibakar. Sifat yang dimiliki lilin malam ini, imbuh Tommy, sangat membantu para perajin logam dalam membuat maket atau cetakan.
Fungsi itu bisa dijelaskan dalam proses teknik cetak yang juga dikenal dengan istilah cetak lilin alias cire perdue atau lost wax. Bahan lilin awalnya dibalutkan pada model benda yang sudah dibuat dari tanah liat. Lilin yang membalut tanah tersebut kemudian dilapisi lagi dengan tanah liat untuk kemudian dibakar.
Dari proses pembakaran ini lilin akan mencair, sehingga tercipta ruang yang dapat diisi dengan logam cair. Proses penuangan cairan logam dilakukan melalui lubang yang telah dibuat saat pembalutan. Lubang ini pula yang menjadi tempat mengalir lilin sebelumnya.
Seiring perkembangan waktu, lilin malam juga digunakan sebagai tinta untuk melukis kain batik. Teknik yang dikenal dengan nama canting ini masih digunakan sampai sekarang.
Di masa kini, jenis lilin batik ini biasanya terbuat dari bahan parafin hingga lemak hewan. Selain itu, terdapat pula lilin malam yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti mainan anak. Tak hanya dari bahan alam, benda elastis ini dibuat dari campuran zat kimia alias sintetis. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi