Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Telusuri Sejarah, Situs Bhre Kahuripan Perlu Kajian Lanjutan

Martda Vadetya • Selasa, 30 Juli 2024 | 16:00 WIB
TERUS DIKAJI: Tim arkeolog BPK Wilayah XI Jatim mencermati temuan struktur pagar keliling Situ Bhre Kahuripan hasil ekskavasi lanjutan beberapa waktu lalu.
TERUS DIKAJI: Tim arkeolog BPK Wilayah XI Jatim mencermati temuan struktur pagar keliling Situ Bhre Kahuripan hasil ekskavasi lanjutan beberapa waktu lalu.

SOOKO - Penelusuran jejak sejarah Majapahit di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, perlu kajian lanjutan.

Sebab, pola keruangan halaman candi peninggalan Raja Hayam Wuruk masih belum terungkap seluruhnya pada ekskavasi lanjutan.

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim baru saja menggelar ekskavasi tahun kelima Situs Bhre Kahuripan selama 25 hari sejak 25 Juni hingga 19 Juli.

Kemudian penggalian dilanjutkan selama sepekan hasil kolaborasi dengan Pemkab Mojokerto yang menelan anggaran sekitar Rp 150 juta. Namun begitu, kurang dari 50 persen sebaran struktur cagar budaya di halaman utama situs yang terungkap.

’’Ekskavasi kali ini memang fokus di halaman utama candi. Tetapi belum seluruhnya kita tampakkan atau pun identifikasi,’’ ungkap Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M Ichwan.

Ekskavasi kali ini, lanjut Ichwan, baru menampakkan pagar keliling halaman utama candi. Yakni pagar sisi utara setebal 110 sentimeter yang membujur dari barat ke timur sepanjang 183 meter dengan tiga tapak pilar di tengahnya.

Dan pagar timur yang membentang dari utara ke selatan sepanjang 121 meter. ’’Juga, sebagian pagar sisi selatan yang sudah kami test pit di tiga titik,’’ terang arkeolog BPK Wilayah XI Jatim ini.

Selama sepekan terakhir, tim ekskavasi menampakkan tapak gapura berbentuk cruciform dan struktur yang diduga tempat pemujaan anyar di area barat candi.

Namun begitu, belum diketahui pasti denah bangunan di area sakral situs berangka tahun 1294 saka atau 1372 masehi tersebut.

’’Sementara baru ini saja yang tampak. Struktur atas gapuranya belum diketahui, apakah paduraksa atau candi bentar. Atau, mungkin masih ada tapak gapura lain di utaranya. Fungsi struktur bilik yang ukurannya sekitar 20 meter persegi di utaranya ini juga masih belum tahu,’’ paparnya.

Ichwan menilai, dimungkinkan adanya sebaran struktur kuno di dalam pagar keliling halaman utama candi tersebut.

’’Untuk menelusuri seluruhnya masih perlu kajian atau ekskavasi lebih lanjut. Memang butuh waktu cukup panjang,’’ beber pria paro baya ini.

Seperti adanya dugaan struktur altar berdimensi 4x4 meter persegi 30 meter di utara candi hasil ekskavasi sebelumnya.

Yang juga perlu dibuktikan keberadaan struktur serupa di sisi selatan candi. Disampng masih perlu adanya pembuktian adanya struktur tapak gapura lainnya.

’’Struktur (altar) itu perlu dilihat juga denahnya, mirroring dari candi atau tidak. Termasuk tapak gapura di dalam halaman utama candi ini,’’ tandas Ichwan. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#candi #sooko mojokerto #klinterejo #bhre kahuripan