Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ekskavasi Situs Bre Kahuripan Kembali Dilanjutkan

Martda Vadetya • Senin, 22 Juli 2024 | 14:50 WIB
PENELUSURAN ARKEOLOGIS: Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan tuntas Jumat (19 /7)  lalu sedianya dilanjut hingga sepekan kedepan.
PENELUSURAN ARKEOLOGIS: Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan tuntas Jumat (19 /7) lalu sedianya dilanjut hingga sepekan kedepan.

Kucurkan Anggaran Rp 150 Juta
SOOKO - Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan yang ditarget tuntas Jumat (19/7) lalu, sedianya bakal dilanjutkan hingga pekan depan. Menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim, ekskavasi yang diprakarsai Pemkab Mojokerto melalui Disbudporapar ini menyasar bagian gapura halaman utama candi peninggalan Raja Hayam Wuruk tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo menyebut, ekskavasi lanjutan situs peninggalan Majapahit di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, ini bakal berlangsung selama sepekan kedepan. ’’Terhitung selama tujuh hari mulai Senin (22/7) besok,’’ ujarnya, Minggu (21/7).
Penggalian ini, lanjut Riedy, akan fokus pada penelusuran struktur gapura di dalam pagar keliling halaman utama situs berangka tahun 1294 saka atau 1372 masehi tersebut. Tepatnya di sudut tenggara lapangan desa.

’’Kita kejar struktur gapura dalamnya. Kita lengkapi datanya karena dari ekskavasi sebelumnya BPK Wilayah XI Jatim masih belum punya data lengkapnya,’’ beber Riedy.

 

Baca Juga: PLN Mojokerto Lakukan Pemadaman Listrik selama 5 Jam di Tiga Kecamatan Ini. Simak Detailnya
Ekskavasi ini dimungkinkan akan menjadi satu-satunya penelusuran arkeologis yang diprakarsai pemkab tahun ini. Sekaligus membatalkan ekskavasi lanjutan Situs Gapura Bajang Ratu di Trowulan yang sebelumnya telah dicanangkan.

Dana senilai Rp 150 juta dari APBD Pemkab Mojokerto digelontorkan dalam upaya penyelamatan dan pelestarian cagar budaya ini. ’’Ekskavasi lanjutan ini juga rekomendasi dari BPK Wilayah XI Jatim supaya hasil (ekskavasi) sebelumnya semakin gamblang,’’ urainya.


Sementara itu, Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M Ichwan menuturkan, ekskavasi lanjutan ini akan melibatkan lebih sedikit petugas yang dilibatkan di lokasi. Lantaran sasaran penggalian semakin mengerucut dengan kurun waktu yang lebih pendek. ’’Karena tidak lama, kita hanya libatkan tim kecil,’’ terangnya, terpisah.


Ichwan mengutarakan, struktur gapura di bagian halaman utama dan di dalam pagar keliling jadi sasaran ekskavasi yang berlangsung selama tujuh hari ini. Lengkapi data hasil ekskavasi sebelumnya yang menjadi panduan dalam ekskavasi lanjutan ini. Tak lain, untuk melengkapi data hasil ekskavasi sebelumnya yang juga sebagai panduan dalam penggalian kali ini. ’’Jadi lebih ke gapura dalam (dari pagar keliling). Ini kami masih cari konteks (keruangannya) seperti apa,’’ tandas arkeolog BPK Wilayah XI Jatim ini. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#sooko mojokerto #klinterejo #situs bhre kahuripan