Sementara itu, selain menggunakan batu andesit, masyarakat Majapahit juga memproduksi terakota pilar. Unsur bangunan berbahan tanah liat yang dibakar ini umumnya berfungsi sebagai pelapis tiang kayu, bukan penopang utama laiknya yang berbahan batu.
Kepala Sub Bagian Koleksi PIM Tommy Raditya Dahana menjelaskan, meski pilar batu dan tanah memiliki bentuk yang sama, namun fungsinya berbeda. Pilar tanah sebagai terakota lebih banyak dimanfaatkan untuk menutupi tiang utama. ”Dia menyelubuhi tiang kayu, biasanya di bagian bawah,” ujarnya.
Selain berguna melindungi kayu dari pelapukan, terakota pilar ini juga dipasang untuk menambah esktetika bangunan. Nilai artistik itu tergambar dari motif yang terukir di sekujur terakota tersebut. ”Motif yang dibuat sesuai dengan kebudayaan masyarakat saat itu. (adi/ris)