TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Selain dikenal dengan makam Syekh Jumadil Kubro, wilayah Trowulan memiliki sejumlah situs makam kuno lainnya. Di antaranya, makam Singo Barong dan Macan Putih, yang diyakini merupakan sosok panglima perang Kerajaan Majapahit.
Situs komplek makam kuno ini berada timur Kolam Segaran, tepatnya di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Terdapat puluhan makam tanpa angka tahun yang tertulis pada batu nisannya. Dari sejumlah makam tersebut di antaranya terdapat dua makam yang dinaungi payung kuning. Dua makam tersebut diyakini merupakan makam Singo Barong dan Macan Putih.
Singo Barong dan Macan Putih dikenal sebagai dua panglima perang era Raja Majapahit terakhir yaitu Damar Wulan atau Brawijaya V. Sejarahnya, kedua panglima perang tersebut merupakan sosok yang sangat dipercaya oleh Raja Damar Wulan. ”Siapapun yang dimakamkan di dekat Putri Cempaka (Campa) bisa dikatakan masih berhubungan dengan beliau. Termasuk kedua makam tersebut,” ujar Mariam, 60, juru kunci makam.
Dua makam ini merupakan bagian dari komplek Makam Putri Campa. Beberapa makam di komplek tersebut merupakan prajurit kerajaan yang sudah menganut agama islam. Hanya saja, kondisi makamnya kini sebagian sudah mulai tidak terawat dan rusak. Di antaranya sudah ditumbuhi lumut yang menghijau.
Makam Singo Barong dan Macan putih ini tampak berbeda dari makam sekitarnya. Sebab kedua makam ini tidak diberi batu nisan seperti pada umumnya, melainkan batu berbentuk segitiga. Oleh warga, batu tersebut dipercaya merupakan peninggalan dari zaman Majapahit.
Kepala batu makam Macan putih diberi kain warna putih karena sesuai dengan namanya. Sedangkan batu nisan makam barong tidak diberi kain. ”Diberi kain putih supaya peziarah yang datang tidak keliru antara makam Macan Putih dengan Singo Barong,” tandasnya. (laila ramadani)
Editor : Martda Vadetya