Keterampilan yang kemungkinan sudah berkembang sejak zaman Majapahit ini membuat rangka bangunan semakin kuat dan tahan rayap.
Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta, Anam Anis, mengungkapkan, peradaban Jawa kuno kaya akan ilmu arsitektur.
Teknik-teknik yang mereka gunakan seolah melampaui zaman, tetap relevan sampai sekarang.
Contoh kecil yakni dalam menyusun bangunan rumah. Kayu atau bambu yang dipakai mendirikan hunian direndam dalam air. ’’Direndam biar kuat, dari dulu seperti itu dan sampai sekarang masih banyak,’’ ujarnya.
Proses perendaman biasanya dilakukan beberapa bulan sebelum digunakan. Semakin lama direndam, semakin kuat pula kayu atau bambu. Perendaman ini bisa memanfaatkan saluran air, irigasi, atau sungai.
’’Kayu jati kalau di-kum (d-rendam) jadi kayak besi. Jangankan kayu jati, kayu biasa pun kalau di-kum pasti kuat,’’ imbuh Direktur LPPA Bina Annisa, Jalan Jawa, Kota Mojokerto, itu.
Proses perendaman berpengaruh banyak terhadap kekuatan kayu, terutama yang masih berumur muda. Selain membuat kayu tak rapuh dan gampang patah, cara ini manjur untuk mencegah kayu dimakan rayap.
Anam Anis mengungkapkan, keterampilan sederhana ini bertahap selama ratusan tahun.
Teknik yang digunakan sejalan dengan peradaban masyarakat yang berkembang pada masa Majapahit hingga sekarang. Salah satunya yang banyak bermanfaat dalam membangun rumah untuk hunian. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah