Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Khazanah Arsitektur Era Majapahit: Direndam di Kali, Kayu Sekuat Besi

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 9 Maret 2024 | 17:29 WIB

JEJAK SEJARAH: Bentuk rumah pada zaman Majapahit di relief Candi Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri.
JEJAK SEJARAH: Bentuk rumah pada zaman Majapahit di relief Candi Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri.
PENGETAHUAN arsitektur masyarakat tak lepas dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Seperti teknik penguatan kayu dengan cara direndam selama kurun tertentu.

Keterampilan yang kemungkinan sudah berkembang sejak zaman Majapahit ini membuat rangka bangunan semakin kuat dan tahan rayap. 

Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta, Anam Anis, mengungkapkan, peradaban Jawa kuno kaya akan ilmu arsitektur.

Teknik-teknik yang mereka gunakan seolah melampaui zaman, tetap relevan sampai sekarang. 

TEMUAN BESAR: Situs Watesumpak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang diyakini sebagai kompleks permukiman bangsawan Majapahit diekskavasi pada 2022 silam.
TEMUAN BESAR: Situs Watesumpak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang diyakini sebagai kompleks permukiman bangsawan Majapahit diekskavasi pada 2022 silam.

Contoh kecil yakni dalam menyusun bangunan rumah. Kayu atau bambu yang dipakai mendirikan hunian direndam dalam air. ’’Direndam biar kuat, dari dulu seperti itu dan sampai sekarang masih banyak,’’ ujarnya. 

Proses perendaman biasanya dilakukan beberapa bulan sebelum digunakan. Semakin lama direndam, semakin kuat pula kayu atau bambu. Perendaman ini bisa memanfaatkan saluran air, irigasi, atau sungai.

’’Kayu jati kalau di-kum (d-rendam) jadi kayak besi. Jangankan kayu jati, kayu biasa pun kalau di-kum pasti kuat,’’ imbuh Direktur LPPA Bina Annisa, Jalan Jawa, Kota Mojokerto, itu. 

DILESTARIKAN: Replika rumah khas Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
DILESTARIKAN: Replika rumah khas Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Proses perendaman berpengaruh banyak terhadap kekuatan kayu, terutama yang masih berumur muda. Selain membuat kayu tak rapuh dan gampang patah, cara ini manjur untuk mencegah kayu dimakan rayap. 

Anam Anis mengungkapkan, keterampilan sederhana ini bertahap selama ratusan tahun.

Teknik yang digunakan sejalan dengan peradaban masyarakat yang berkembang pada masa Majapahit hingga sekarang. Salah satunya yang banyak bermanfaat dalam membangun rumah untuk hunian. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #arsitektur #pasak kayu #mojokerto #kayu