Budayawan Mojokerto Putut Nugroho mengatakan, sejauh ini belum diketahui teknik mencari sumber emas pada era Jawa kuno tersebut.
”Sebelum zaman Majapahit, di Mojokerto itu sudah ada kegiatan membuat produk yang berhubungan dengan emas,” ungkapnya.
Menurut dia, hal itu salah satunya dapat dilacak dari penamaan nama daerah dan hal spesifik yang muncul di sana. Misalnya, wilayah Kemasan, Kota Mojokerto.
Konon, di kawasan yang ratusan tahun lalu dialiri sungai besar itu pernah menjadi tempat singgah Mpu Sindok ketika melakukan pelarian dari Jawa Tengah ke timur.
”Ada prasasti yang ditemukan di sekitar sana yang berisi rasa terima kasih karena sudah memberi perlindungan. Maka, sebagai kompensasinya Mpu Sindok memberi status sima,” tuturnya. Sima adalah status tanah bebas pajak yang diberikan kerajaan kepada rakyat.
Putut menyebut, sebagai tempat singgah seorang pembesar, dimungkinkan Kemasan telah maju secara industri, termasuk aktivitas pengolahan emas.
”Nah bisa jadi nama kemasan itu juga karena di sana tempat emas, ini memang masih butuh penelitian lagi,” imbuh dia.
Lebih dari itu, yang masih menjadi pertanyaan kini adalah bagaimana masyarakat zaman itu dapat mendeteksi maupun menentukan keberadaan emas.
”Itu kan yang masih belum diketahui sampai sekarang,” tandasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah