Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Teknologi Metalurgi Majapahit, Produksi Logam Jadi Sabit hingga Meriam

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 17 Februari 2024 | 21:00 WIB

BERSEJARAH: Artefak kowi hingga uang kepeng dari zaman Majapahit koleksi Museum Informasi Majapahit, Trowulan.
BERSEJARAH: Artefak kowi hingga uang kepeng dari zaman Majapahit koleksi Museum Informasi Majapahit, Trowulan.
MASIFNYA pemanfaatan logam di zaman Majapahit menunjukkan tingginya peradaban pada abad ke-13 sampai 15 itu.

Bahan metal berupa emas hingga baja diolah menjadi beragam barang dari persenjataan hingga perhiasan.

Semua produk itu dihasilkan dengan proses pembakaran manual.

Perkembangan teknologi logam di Nusantara, merujuk kawasan Majapahit, dapat ditilik melalui sejumlah kronik di masa-masa setelah kejayaan kerajaan yang didirikan Raden Wijaya tersebut.

Antara lain catatan muslim Tiongkok Ma Huan dalam bukunya Yingyai Shenglan. Ma Huan melalui ekspedisinya bersama Laksamana Cheng Ho pada kurun 1400 Masehi itu menyebutkan, besi dan baja menjadi salah satu produk utama Majapahit.

Pada masa itu, keduanya menjadi bahan utama dalam pembuatan senjata dan perkakas, seperti keris dan tombak.

”Sampai ani-ani dan sabit, alat yang dipakai untuk panen padi itu juga dari besi baja,” ujar Budayawan Mojokerto Putut Nugroho.

Hal ini diperkuat dengan historiografi penjelajah Portugis Duarte Barbosa pada abad ke-15.

BERSEJARAH: Artefak kowi hingga uang kepeng dari zaman Majapahit koleksi Museum Informasi Majapahit, Trowulan.
BERSEJARAH: Artefak kowi hingga uang kepeng dari zaman Majapahit koleksi Museum Informasi Majapahit, Trowulan.

Di Majapahit, dia menemukan banyak senjata dan senapan panjang yang dibuat. Masyarakat Majapahit, dalam catatan Barbosa itu, menghasilkan senjata dengan kualitas baik dengan bahan baku baja yang bagus.

Senjata itu, lanjutnya, dibuat dengan hiasan emas dan gading.

Seperti baja, logam emas memang berkembang pesat di zaman itu. Bangsawan kerajaan yang pusatnya diasumsikan di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, itu menggunakan perhiasan cincin dan anting-anting.

Putut menyebut, teknologi metal ini kian eksis dan berkembang pesat hingga masa akhir kerajaan. ”Di era pertengahan dan akhir, Majapahit sudah mampu membuat meriam untuk keperluan persenjataan,” tutur anggota Dewan Kebudayaan Daerah Kota Mojokerto itu.

Kebudayaan India memengaruhi peredaran jenis-jenis logam di Nusantara kala itu. Yaitu emas, perak, tembaga, kuningan, perunggu, besi, timah hitam, dan timah putih.

Masyarakat Jawa Kuno ini disebut mampu membuat produk logam yang sangat keras dengan poses pembakaran sempurna. (adi/ron)    

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #mojosains #metalurgi #mojokerto