Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

“Mesin Penggerak” Era Majapahit, Kapal Majapahit Andalkan Tenaga Manusia

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 3 Februari 2024 | 18:25 WIB

IDENTITAS SEJARAH: Monumen kapal Majapahit di Simpang Empat Sekarputih, Kota Mojokerto.
IDENTITAS SEJARAH: Monumen kapal Majapahit di Simpang Empat Sekarputih, Kota Mojokerto.
SELAIN mahsyur sebagai negeri agraris, monarki Majapahit dikenal digdaya dalam dunia bahari.

Menguasai jalur perdagangan laut dan berlayar dengan kapal kayu bertenaga manual. Mereka mengandalkan angin dan dayung yang digerakkan manusia. 

Kapal era Majapahit bernama Jung Jawa. Menurut catatan Tome Pires dan Gaspar Correia, ukuran Jung sangat besar, melampaui kapal Flor de La Mar milik Portugis dari 1511 Masehi.

Dalam hikayat para penulis Portugis pula diketahui, Jong memiliki empat tiang dengan lapis dinding 4 papan. Jong disebut memiki dua dayung kemudi besar di kedua buritan kapal.

’’Dayung berbahan kayu digerakkan dengan tenaga satu atau dua manusia. Mereka bergerak sesuai arahan nakhoda,’’ tutur Putut Nugroho. 

Saking kuatnya, masih berdasarkan catatan Portugis, kedua dayung hanya bisa dihancurkan dengan meriam.

Pun demikian dengan dinding yang mampu menahan gempuran kapal Portugis dari jarak dekat.

Dari fungsinya, Jung Jawa berguna sebagai kapal dagang dan angkutan militer.

Dari catatan Daurte Barosa, Jung Jawa membawa barang dagangan seluruh Asia Tenggara dan Asia Timur untuk diperdagangakan hingga ke Asia Barat.

Dari sana, barang-barang tersebut disalurkan ke Eropa. 

Komoditas perdagangan itu di antaranya hasil pertanian, rempah-rempah, ternak, senjata seperti tombak dan belati, pusaka pedang, emas, sutra, kamper, dan kayu gaharu.

Majapahit disebut memiliki kapal jenis ini hingga 400 unit. 

Mengingat ukurannya yang besar, pengoperasian Jung Jawa melibatkan banyak orang.

Masing-masing bagian bertugas beberapa orang, seperti kemudi dan layar. Semua pekerjaan pelayaran itu dijalankan secara manual.

’’Semua bagian kapal itu ada pemimpinnya yang mengatur,’’ tandas anggota Dewan Kebudayaan Daerah Kota Mojokerto tersebut. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kapal #Majapahit #manusia #Tenaga