Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Luas Ibu Kota Majapahit Capai 51 Desa

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 20 Januari 2024 | 15:55 WIB

DATA SEJARAH: Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta Anam Anis menunjukkan peta Ibu Kota Majapahit di kantornya, kemarin.
DATA SEJARAH: Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta Anam Anis menunjukkan peta Ibu Kota Majapahit di kantornya, kemarin.
TAK hanya megah konstruksinya. Ibu Kota Kerajaan Majapahit juga memiliki luas mencapai 99 kilometer persegi.

Areanya meliputi 51 desa yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang. Batas kawasan Wilwatikta ditandai dengan yoni di empat sudut.

Peta Ibu Kota Majapahit terkuak pada 2006 silam oleh kerja Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta.

Kelompok yang diketuai Anam Anis ini menelisik batas Kota Majapahit melalui referensi dan bukti arkeologis yang ada.

Hasilnya, Wilwatikta terbentang  di enam kecamatan dan dua kabupaten, Mojokerto dan Jombang.

”Kami menemukan adanya empat yoni di empat penjuru yang menjadi batas ibu kota Majapahit,” ungkap Anam Anis, kemarin.

Pengacara senior di Mojokerto itu menemukan area pusat kerajaan berupa persegi meski tak presisi.

Luasnya mencapai 11x9 kilometer persegi. Di Kabupaten Mojokerto, wilayah ibu kota meliputi 2 desa di Kecamatan Sooko, 5 desa di Jatirejo, dan 13 desa di Trowulan.

Sebagian besar lainnya menghampar di Kabupaten Jombang, meliputi 17 desa di Kecamatan Mojoagung, 4 desa di Mojowono, dan 10 desa di Sumobito.

Tapal batas wilayah itu berupa empat yoni.

Yakni Yoni Tugu di Desa Badas, Kecamatan Sumobito; Yoni Gambar di Dusun Sedah, Desa Japanan, Mojowarno; Yoni Lebak Jabung di Desa Lebak Jabung, Jatirejo; dan Yoni Klinterejo di Desa Klinterejo, Sooko.

JEJAK ARKEOLOGIS: Arkeolog Ismail Lutfi menunjukkan angka tahun yang tertera di dinding yoni Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, di sela proses ekskavasi,
JEJAK ARKEOLOGIS: Arkeolog Ismail Lutfi menunjukkan angka tahun yang tertera di dinding yoni Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, di sela proses ekskavasi,

Semua batu bernilai arkeologis itu memiliki kemiripan, yaitu berhias kepala naga raja.

Anam Anis mengatakan, penggambaran kawasan ibu kota kerajaan yang eksis 700 tahun silam itu telah dikonfirmasi oleh berbagai ahli.

”Banyak di referensi lain kalau wilayah ini benar dan sudah dijustifikasi oleh banyak pihak,” tandas pria 65 tahun tersebut.

Pakar hukum sekaligus Direktur LPPA Bina Annisa itu menyebut, yoni tapal batas ditempatkan di sisi terluar wilayah ibu kota.

Di samping sebagai tanda batas wilayah, keberadaan yoni berfungsi sebagai tempat pemujaan atau ibadah masyarakat zaman itu.

Dari kawasan yang memiliki luas hampir 100 kilometer persegi itu, Trowulan menjadi area inti kerajaan.

Areanya digambarkan seluas 5x4  kilometer. Area itu diyakini yang menjadi tempat kediaman raja dan kerabat sekaligus pusat pemerintahan. Kawasan ini dikelilingi parit dengan tembok-tembok tinggi. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #mojosains #ibu kota #mojokerto