Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Normalisasi Sungai, DPUPR Kabupaten Mojokerto Temukan Struktur Cagar Budaya, Lokasinya Berdekatan dengan Situs Kumitir

Martda Vadetya • Minggu, 3 Desember 2023 | 13:05 WIB

TEMUAN: Juru pelihara situs kumitir menunjukkan struktur bata kuno era Majapahitan yang ditemukan di tanggul sungai sisi selatan situs.
TEMUAN: Juru pelihara situs kumitir menunjukkan struktur bata kuno era Majapahitan yang ditemukan di tanggul sungai sisi selatan situs.
JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Teka-teki sebaran struktur Situs Kumitir, terus terungkap.

Baru-baru ini, kembali ditemukan susunan bata kuno yang tak jauh dari area situs.

Disinyalir, dinding bata yang ditemukan di bibir sungai tersebut merupakan bagian dari struktur talud yang mengelilingi situs.

Juru pelihara (jupel) Situs Kumitir Abdul Kholiq menerangkan, struktur tersebut didapati di tanggul anak Sungai Pikatan yang melintang di selatan situs. Saat aliran sungai tersebut sedang dinormalisasi, Senin(27/11).

’’Memang aliran sungai ini sedang dibenahi, pakai satu ekskavator DPUPR. Karena akhir-akhir ini setiap musim hujan sawah warga kebanjiran. Waktu (tanggul sisi selatan) dikeruk, kelihatan ada struktur ini,’’ ungkapnya.

Aktivitas normalisasi sungai dan penguatan tanggul tersebut menampakkan susunan bata kuno yang terpendam sekitar 2 meter dari permukaan tanah.

Bata kuno berukuran sekitar 20 x 40 cm yang tersusun seperti dinding tersebut berada di tanggul selatan sungai.

Yang membentang dari timur ke barat dengan panjang sekitar 5 meter dan tebal 7 lapis. ’’Yang tampak ini sebagian saja, belum semua,’’ sebutnya.

Kholiq menyebut, diduga susunan bata kuno tersebut merupakan struktur talud yang mengelilingi situs pendharmaan bangsawan Kerajaan Singosari tersebut.

”Kemungkinan besar (struktur) ini adalah talud,” ucap jupel.

Terlebih, di sisi timur dan utara situs, struktur talud telah ditampakkan dan teridentifikasi.

Sehingga, disinyalir susunan bata majapahitan tersebut merupakan bagian dari struktur yang berfungsi menahan pergeseran tanah disebut.

’’Sekarang temuan ini sudah kita laporkan (ke BPK Wilayah XI Jawa Timur). Masih menunggu tindak lanjutnya nanti seperti apa. Mungkin, kalau nanti ada ekskavasi lanjutan bisa difokuskan di situ, (sebaran) arah strukturnya ke mana,” tandas Kholiq.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi temuan tersebut.

Senada dengan Kholiq, menurutnya susunan bata kuno tersebut merupakan bagian dari struktur talud.

Terlebih, titik temuan tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter di selatan area situs yang ditaksir seluas lebih dari 6 hektare tersebut.

”Kemungkinan ini bagian dari talud apalagi masih di wilayah Dusun Bendo (Desa Kumitir). Tetapi, langkah penanganan selanjutnya kami serahkan sepenuhnya ke BPK Wilayah XI Jawa Timur,” ujarnya. 

Terpisah, arkeolog BPK Wilayah XI Jawa Timur Vidi Susanto mengatakan, belum bisa memastikan keterkaitan temuan tersebut dengan struktur talud Situs Kumitir. Namun begitu, struktur tersebut punya kemiripan dengan dinding penahan era Klasik tersebut.

’’Belum bisa dipastikan sambungan dari kumitir atau tidak. Yang jelas struktur bata tersebut memiliki ciri yang identik dengan pagar situs kumitir. Yaitu pilar sepanjang 140 cm dan orientasi memanjang timur ke barat seperti struktur pagar di sisi utara,’’ tutur Vidi.

Seperti diketahui, Situs Kumitir ditemukan pada 20 Juni 2019. Yang kemudian mulai diekskavasi (digali) pada Oktober 2019.

Ekskavasi perdana berhasil menyingkap adanya struktur talud. Lalu pada Agustus-September 2020, Situs Kumitir kembali diekskavasi, berangkat dari hipotesis keberadaan tempat pendharmaan untuk Mahesa Cempaka.

Pada Maret dan Oktober 2021, ekskavasi tahap tiga dan keempat digelar. Penggalian lanjutan ini memperkuat hipotesis situs tersebut merupakan istana Bhre Wengker. (vad/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #situs #budaya #kabupaten #mojokerto #kumitir #cagar