Selain belajar sejarah, mereka melakukan aktivitas yang beragam di area yang diduga bekas ibu kota kerajaan 800 tahun silam tersebut.
Itu seperti terlihat kemarin. Puluhan anak muda tampak mendominasi kunjungan ke situs cagar budaya tersebut.
Ada yang datang secara individu hingga rombongan.
Mereka mengendarai sepeda motor mendatangi situs yang berjarak belasan kilometer dari pusat Mojokerto.
Anak-anak muda itu tak hanya belajar sejarah. Mereka melakukan beragam aktivitas di Candi Bajangratu.
Ada yang duduk-duduk bersantai menikmati keindahan sekitaran situs yang terpelihara.
Ada pula yang melakukan pembuatan video di sekitar gapura candi. Mereka menjadikan gapura khas terakota itu sebagai latar belakang video.
Pada sudut yang lain, tampak dua sekawan duduk di bawah pohon kamboja yang bunganya tengah bermekaran.
Sambil membawa kursi lipat khas outdoor activity mereka menggunakan busana yang proper. Lalu, merekam aktivitasnya dengan ponsel.
Sisi utara terdapat dua gadis membawa alas piknik dan makanan minuman.
Di bawah pohon kamboja putih, mereka bergantian berfoto dengan latar gapura Bajangratu.
"Ya cari tempat yang bagus sambil bikin konten," ujar Umi, asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Selain anak muda, ada pula kunjungan turis asing. Sepasang bule diantar seorang pemandu menyusuri kompleks Bajang Ratu. Mereka lantas berpindah ke lokasi lain dengan mobil berplat asal Bali.
Candi Bajang Ratu adalah sebuah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
Candi ini merupakan salah satu situs arkeologi yang terkenal di Jawa Timur.
Candi Bajang Ratu dibangun pada abad ke-14, dan diyakini merupakan tugu peringatan untuk menghormati Jayanegara, raja kedua Majapahit yang wafat pada tahun 1328.
Dalam bentuknya, candi ini menampilkan arsitektur khas gaya Majapahit dengan menara kenteng yang tirus dan hiasan atap yang rumit.
Candi ini terbuat dari batu andesit dan diapit oleh beberapa relief serta ukiran hias yang indah.
Keunikan dari Candi Bajang Ratu antara lain terletak pada pintu portal utama yang berhias dengan motif singa dan burung Garuda yang merupakan lambang kesaktian dan kekuasaan kerajaan Majapahit.
Untuk masuk kompleks Bajang Ratu, pengunjung cukup membayar tiket Rp 3 ribu per orang sedang anak-anak Rp 1.500.
Pengunjung bisa menitipkan kendaraan ke tempat parkir di dalam atau luar kompleks. Ada pula penjual makanan minuman di sekitarnya. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah