Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ekskavasi Gapura Bajang Ratu Majapahit di Trowulan Mojokerto, Arkeolog Kejar Denah dan Pola Keruangan

Martda Vadetya • Selasa, 12 September 2023 | 18:45 WIB

DITELUSURI LAGI: Situs Gapura Bajang Ratu, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, kembali diekskavasi lagi sejak pekan lalu.
DITELUSURI LAGI: Situs Gapura Bajang Ratu, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, kembali diekskavasi lagi sejak pekan lalu.
TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Situs Gapura Bajang Ratu, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, kembali diekskavasi.

Salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Mojokerto ini kembali digali setelah terkahir dipugar puluhan tahun lalu.

Tak lain guna melengkapi data penelusuran situs arkeologis peninggalan Majapahit yang diyakini memiliki pola yang sama.

’’Ekskavasi lanjutan ini mulai kita lakukan sejak Rabu (6/9) sampai tujuh hari kedepan,’’ terang Ketua Tim Ekskavasi Situs Gapura Bajang Ratu M Ichwan. Salah satu destinasi wisata ini pun tetap dibuka meski tengah berlangsung ekskavasi.

Ichwan menjelaskan, ekskavasi menyasar sekitar 121 kotak gali di sisi barat dan timur gapura dengan panjang sekitar 12 meter dan lebar 2 meter.

Ini sesuai dengan tujuan utama penggalian, yakni menelusuri sebaran struktur cagar budaya sekaligus pola keruangannya.

’’Untuk kali ini, kami memadukan sistem grid dan trance (parit) dalam ekskavasi. Mengingat objek gali ini merupakan struktur yang memanjang,’’ ujar arkeolog BPK Wilayah XI Jatim ini.

Sejauh ini, struktur pagar yang menjadi bagian dari gapura telah ditampakkan. Masing-masing struktur bata kuno sepanjang 11,5 meter di sisi timur dan 5 meter di barat gapura.

Dengan tinggi struktur maksimal 10 lapis bata kuno. Sebagain struktur tampak dalam kondisi tidak utuh.

’’Metode gabungan ini juga sekaligus untuk memudahkan dokumentasi dan teknis penggalian kita di lapangan,’’ imbuh arkeolog jebolan Universitas Udayana Bali ini.

Di sisi timur, lanjut Ichwan, tim ekskavasi telah mendapati sudut struktur yang mengarah ke selatan.

Hal ini mengindikasikan adanya struktur komplek di halaman sisi selatan gapura yang masih terpendam di bawah tanah.

’’Yang sisi barat masih belum ketemu sudutnya. Jadi apakah ada struktur kompleks di area selatan gapura ini masih perlu dikaji lagi,’’ ujarnya.

Ichawan mengatakan, ekskavasi lanjutan menyasar Gapura Bajang Ratu setelah sekitar 43 tahun lalu atau sekiatar tahun 1980-an bagian gapura digali dan dipugar.

Yang kala itu, belum menyasar struktur pagar keliling dan komponen lainnya.

’’Jadi dengan ekskavasi ini kita lengkapi data denah dan pola keruangannya. Dimulai dengan menampakkan struktur pagar keliling dan komponen penyertanya,’’ tandas Ichwan. (vad/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #Gapura #Bajang ratu