Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perkakas Era Majapahit, Metal Jadi Martil hingga Ani-Ani

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 9 September 2023 | 12:05 WIB

CATATAN SEJARAH: Relief Candi Sukuh, Karanganyar, Jateng, menggambarkan aktivitas pembuat perkakas logam era Majapahit.
CATATAN SEJARAH: Relief Candi Sukuh, Karanganyar, Jateng, menggambarkan aktivitas pembuat perkakas logam era Majapahit.
MASYARAKAT Majapahit menggunakan bahan metal untuk membuat perkakas seperti martil hingga ani-ani alias alat panen padi.

Seperti era sekarang, peralatan berbahan besi itu juga dipadukan dengan kayu pada bagian gagang.

Bahan metal yang banyak dipergunakan pada era abad 13-14 Masehi itu berupa besi.

Logam tersebut jadi bahan utama pembuatan alat pertukangan seperti martil serta perkakas lain.

Antara lain peralatan dapur, bertani, dan senjata. Seperti yang dikatakan Putut Nugroho, budayawan sekaligus anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto, kegiatan pembuatan berbagai peralatan tergambar pada relief Candi Sukuh, Karanganyar, Jateng.

’’Relief itu menunjukkan proses pembuatan peralatan dari besi,’’ ujar Putut, kemarin (8/9).

Pada dinding candi yang muncul di akhir kejayaan Kejaraan Majapahit itu ditunjukkan aktivitas pembuatan peralatan seperti keris, tombak, sabit, bendo, hingga ani-ani.

Mengingat perkembangan peradaban kala itu, alat-alat tersebut diyakini ditempa menggunakan berbagai perkakas yang juga berbahan besi.

’’Termasuk martil juga dari besi. Jadi semua peralatan kala itu sudah menggunakan unsur bahan metal,’’ imbuh perupa 62 tahun itu.

Pada proses eskavasi Candi Srigading, Malang, tahun lalu, arkeolog juga menemukan artefak berupa tiga perangkat logam.

Berdasarkan catatan Dwi Cahyono, arkeolog asal Malang, ketiga benda itu dalam kondisi berkarat. ’’Artefak besi ini mengarah kepada produk tempa logam,’’ sebutnya.

Yang pertama berupa sebuah beliung kecil atau tatah besar. Konon tatah tersebut dilengkapi dengan gagang dari kayu. Berikutnya yakni berupa benda menyerupai sabit atau bendo dengan bagian atas mencabang searah.

Boleh jadi, kata Dwi, bagian atas sabit atau bendo itu melancip ke arah ujung percabangan.

Benda ketiga yakni berupa sebuah kapak kecil yang di bagian ujungnya terdapat lubang sebagai tempat menancapkan gagang kayu. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #martil #mojokerto #Perkakas