Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sejarah Perundingan Trowulan, Jadi Titik Balik Terbentuknya NKRI Pasca Revolusi

Rizal Amrulloh • Kamis, 31 Agustus 2023 | 13:05 WIB

BERSEJARAH: Komandan Divisi Brawijaya Kolonel Sungkono yang juga menjabat Gubernur Militer Jatim saat perjalanan menuju Trowulan, Kabupaten Mojokerto untuk melakukan kesepakatan gencatan senjata 1949.
BERSEJARAH: Komandan Divisi Brawijaya Kolonel Sungkono yang juga menjabat Gubernur Militer Jatim saat perjalanan menuju Trowulan, Kabupaten Mojokerto untuk melakukan kesepakatan gencatan senjata 1949.
TROWULAN memiliki jejak historis dalam perjalanan sejarah tanah air. Selain menjadi pemersatu Nusantara pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah yang masuk Kabupaten Mojokerto ini juga menjadi titik balik terbentuknya NKRI pasca revolusi lewat Perundingan Trowulan.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menuturkan, Trowulan menjadi salah satu titik vital dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Selain pernah menjadi garis batas status quo yang membelah wilayah Republik Indonesia dan Belanda, Trowulan juga ditunjuk menjadi tempat pertemuan penting di pengujung masa revolusi 1949.

Tepatnya setelah disepakatinya Perjanjian Roem-Roijen terkait gencatan senjata antara pejuang kemerdekaan dan pasukan kolonial. ’’Saat itu, pelaksanaan gencatan senjata diserahkan pada tiap komandan militer daerah,’’ terangnya.

Di wilayah Jawa Timur (Jatim), kewenangan berada pada Gubernur Militer Jatim yang dijabat Kolonel Sungkono. Sedangkan dari kolonial diwakili Divisi A Angkatan Darat Belanda yang bermarkas di Surabaya.

BUMI WILWATIKTA: Museum Majapahit Trowulan atau kini BPK Wilayah XI Jatim yang berada di Jalan Raya Trowulan-Jombang yang menjadi lokasi pertemuan gencatan senjata di masa revolusi kemerdekaan.
BUMI WILWATIKTA: Museum Majapahit Trowulan atau kini BPK Wilayah XI Jatim yang berada di Jalan Raya Trowulan-Jombang yang menjadi lokasi pertemuan gencatan senjata di masa revolusi kemerdekaan.

Pria yang akrab disapa Yuhan ini menyebut, kedua belah pihak akhirnya menjadwalkan agenda perundingan.

Pertemuan penting ini dilakukan untuk membahas kesepakatan untuk gencatan senjata. ’’Akhirnya, tempat pertemuan yang disepakati adalah di Trowulan,’’ tandasnya.

Penulis buku Revolusi di Pinggir Kali, Pergerakan di Mojokerto Tahun 19945-1950 ini menyebut, peristiwa yang dikenal dengan Perundingan Trowulan itu digelar di Gedung Museum Majapahit Trowulan atau eks BPCB Jatim.

Pada 13 Agustus 1949, gedung yang kini ditempati Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI ini menjadi lokasi pertemuan tokoh-tokoh dari kedua belah pihak tanggal 13 Agustus 1949.

Peristiwa bersejarah kembali terukir di bumi Wilwatikta dengan disepakatinya cease fire atau gencatan senjata.

Kesepakatan dalam Perundingan Trowulan itu langsung disambut dengan kemeriahan jelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-4 RI.

Yuhan menyebut, hasil kesepakatan yang dilakukan di Trowulan kemudian menjadi dasar gencatan senjata di seluruh wilayah Jatim.

Pasca pertemuan itu juga membuka jalan bagi para pejuang menyusup ke wilayah musuh dan berhasil membubarkan Negara Djawa Timur (NDT) yang dibentuk Belanda.

’’Sehingga, Trowulan menjadi titik balik dari terbentuknya NKRI setelah revolusi kemerdekaan,’’ tandas anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Revolusi #perundingan #mojopedia #nkri #trowulan