Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Di Eropa, Celengan Kuno Berbentuk Kuil dan Vas

Martda Vadetya • Sabtu, 29 Juli 2023 | 12:20 WIB

SISA PERADABAN: Artefak celengan babi yang ditemukan para arkeolog menjadi bukti adanya budaya menabung dalam peradaban Majapahit.
SISA PERADABAN: Artefak celengan babi yang ditemukan para arkeolog menjadi bukti adanya budaya menabung dalam peradaban Majapahit.
ARTEFAK celengan kuno rupanya tak hanya ditemukan di sisa peradaban kerajaan Majapahit. Para arkeolog dan ilmuwan juga mendapati celengan kuno di benua Eropa.

Hanya saja bentuknya berbeda dengan karakter celengan di era Wilwatikta.

”Budaya menabung dengan celengan ini bukan hanya ditemukan di Nusantara saja. Di benua Eropa dan wilayah Asia lainnya juga ada temuan celengan,” terang Kasub Unit Koleksi Pusat Informasi Majapahit (PIM) Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya D.

Di benua biru, julukan Eropa, para peneliti kepurbakalaan menemukan artefak celengan berbentuk miniatur kuil Yunani kuno di Yunani. Juga dilengkapi dengan lubang di bagian atasnya untuk memasukkan uang tabungan.

Celengan kuno tersebut disinyalir buatan abad ke-2 sebelum masehi (SM).

Tak hanya itu, para peneliti juga mendapati temuan celengan kuno berbentuk vas di Pompeii, Herculaneum, Italia. Yang diperkirakan buatan abad ke-2 masehi sisa peradaban masyarakat Romawi.

Kedua wadah tabungan kuno buatan eropa tersebut berbahan dari tanah liat.  ”Celengan-celengan di sana ada yang terbuat dari terakota juga,” ujar Tommy.

Sejumlah sumber menyebut, budaya menabung di masa klasik atau Hindu-Buddha erat kaitannya dengan kebiasaan masyarakat di zaman sebelumnya.

Yakni, zaman neolitikum atau sekitar 10.000 tahun sebelum masehi (SM).

Meski, periode tersebut belum mengenal mata uang sebagai tabungan dan alat tukar.

Namun, masyarakat yang sudah mengenal bercocok tanam atau agraris, menabung sebagian hasil panennya, seperti padi dan jagung dalam lumbung.

Tak hanya lumbung keluarga, juga terdapat semacam lumbung desa yang bersifat komunal.

Di dalamnya, setiap keluarga menabung secara sukarela untuk kepentingan bersama. Hal ini sebagai salah satu solusi permasalahan ketersediaan bahan pangan.

Di mana pada zaman itu masyarakat sangat bergantung pada kondisi alam.

Yang sewaktu-waktu siklus alam dapat berubah dan tidak teratur hingga dapat mengancam ketersediaan sumber pangan masyarakat. (vad/ron)

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #arkeolog #kerajaan #masehi #wilwatikta #Celengan #raja #CELENG #Sebelum #zaman